ABK Kapal Tewas Tenggelam

MUARASABAK-Wanyu (26/5), warga Telung Agung Jawa Timur, yang merupakan salah seorang Anak Buah Kapal (ABK), Kapal Bintang Samudra III asal Kuala Enok, Guntung, Provinsi Kepulauan Riau, tewas tenggelam diperairan sungai mendahara, tepatnya di Desa Merbau, pagi kemarin (28/5). Penyebabnya, korban nekat terjun ke sungai mengambil skoci kapal, meski tidak tahu berenang.

Berdasarkan, infomrasi yang didapatkan, korban yang terjun ke sungai langsung tenggelam dengan jarak sekitar 10 meter dari kapal. Bahkan, korban tenggelam dan baru bisa ditemukan enam jam pasca kejadian. Dimana, korban tenggelam sekitar pukul 09.30 pagi. Korban ditemukan mengapung dipinggir sungai tidak jauh dari tempat kejadian.

Kapolsek Mendahara AKP Rudi Hambali mengatakan, korban yang tewas merupakan murni kecelakaan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban saat dilakukan pemeriksaann Poskesmas pembantu. dan Pateudin orang tua korban yang juga ABK dikapal Kapal Bintang Samudra III, menolak dilakukan visum dan autopsy karena mengetahui kronologis tewasnya korban.”ini murni kecelakaan, orang tua dan abang korban melihat kejadian, makanya mereka juga menolak dilakukan visum,”ungkapnya.

Kapolsek menjelaskan, korban tewas sekitar pukul 09.30, ketika itu korban melihat skoci kapal jatuh dan hanyaut langsung melompat mengambilnya. Tapi karena korban tidak tahu berenang, korban langsung tenggelam dan terbawa arus. Bahkan, Bambang abang kandung korban yang juga menjadi ABK sempat terjuan membawa dua pelampung untuk menolong adiknya tersebut.

Namun, korban langsung tenggelam dan menghilang. Setelah itu ABK keluarga korban dan masyarakat sekitar melakukan mencarian. Dan korban baru ditemukan sekitar pukul 15.00 dengan kondisi tidak bernyawa.”orang tua korban berencana membawa korban kampong halammnya jawa timur,”jelas Kapolsek.

Kapal Bintang Samudra III dan ABKnya lanjut Kapolsek, masuk ke perairan mendahara untuk membeli kelapa dalam. Kapal tersebut membeli kelapa dalam masyarakat untuk dibawa ke Kepri.”dia (red_ Kapal Bintang Samudra III) pengepul kelapa, dia berpindah-pindah mencari kelapa di petani,”lanjutnya.

Sementara itu, Zakaria warga Desa Merbau yang juga ikut dalam pencarian mengatakan, Kapal Bintang Samudra III sudah berlabuh di Desa Merbau, Kecematan Tanjabtim untuk membeli kelapa dalam. Kapal tersebut, sudah berada di Desa Merbau selama delapan hari.”kapal pembeli kelapa, sudah 8 hari disini,”ungkapnya.

Kapal itu akan meninggalkan perairan mendahara jika kapal berkpasitas kurang lebih 500 ton itu setelah kapal penuh.”kapalanya masih berlabuh di merbau karena belum penuh, katanya kurang sekitar 1000 kelapa lagi,”katanya.(fni)

Ruangan komen telah ditutup.