Gara – Gara ‎Ngegas Motor, Terjadi Perang Antar Pemuda

 

Sengeti, AP – Puluhan Pemuda dari RT 03 dan RT 24 Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Minggu 29 Mei 2016 sekitar Pukul 23.00 WIB,  terlibat bentrok pemuda antar RT yang di picu oleh Gas motor. Akibatnya Delapan Orang dari ke dua RT di larikan ke puskesmas akibat luka pukulan benda keras, luka bacok dan lainnya.

Janiarto Ketua Pemuda Kasang Pudak yang pada saat kejadian berada di tempat kejadian mengatakan,  bentrok antar pemuda tersebut   di picu masalah sepele, karena ada pemuda RT 24 memasuki kampung RT 03 dengan menggunakan sepeda motor Vixion dan menggenjot-genjot gas motornya di depan pemuda RT 24.

“Awalnya ditegur karena motornya ngegas di depan penuda RT 24,” Cerita Janiarto.

‎Tidak  terima dengan teguran itu, dua pemuda tersebut sepakat untuk bertemu adu kekuatan.  Setelah mereka bertemu di  kawasan Pasir Putih, Jambi Selatan terjadilah perkelahian pemuda yang masih satu Desa tersebut. Kalah kekuatan pemuda dari RT 03 pulang memanggil mendatangkan masa lebih banyak lagi. Keributan susulan terjadi di salah satu tempat kondangan di RT 03.

Bentrok susulan pun  terjadi di depan SMP 8 Muaro jambi. Satu warga di antaranya. membawa golok berhasil diamankan oleh ketua pemuda kasang pudak Janiarto dibantu ketua RT setempat untuk mediasikan masalah tersebut.

“Korban dari kedua belah pihak berjumlah delapan orang mas. Ada yang mengalami luka di bagian kepala, wajah dan badannya dilarikan ke puskesmas dan klinik terdekat,” tambah Juniarto

” salah satu korbannya bernama Sugik warga RT 24 , dia  Menderita luka memar di kepala, dada dan tangan,” tambahnya.

Perangkat desa telah berupa untuk mendamaikan masalah tersebut namun tidak indahkan oleh pemuda yang terlibat perkelahian, takut akan jatuh korban yang lebih banyak lagi RT setempat menghubungi pihak berwajib, hingga   akhirnya semua pemuda yang terlibat perkelahian di giring ke Markas Kepolisian Sektor Kumpe Ulu. Termasuk barang bukti berupa senjata tajam jenis golok turut diamankan.

“Kami pemuda sama ketua berusaha mendamaikan tapi mereka tidak mau jadi terpaksa, panggil polisi,” tutup Janiarto.bds

Ruangan komen telah ditutup.