Lelang Jabatan Terkendala Sistem, Bupati Terpaksa Pakai Pejabat Lama Yang Tidak Berkompeten

MERANGIN-Bupati Merangin, Al Haris, belum lama ini sempat menyebutkan akan melakukan reshuffle kabinet untuk pejabat eselon II. Namun, sejauh ini rencana tersebut belum terealisasi, bahkan tidak ada tanda-tanda pelantikan akan dilakukan.
Dari informasi yang didapatkan, akibatnya pasangan Bupati dan Wakil Bupati Merangin, Al Haris-Khafid Moein (HARKAD) terpaksa memakai pejabat yang sebenarnya kurang berkopetensi menduduki jabatan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Bahkan Bupati, disebut-sebut sudah menyusun nama-nama pejabat baru yang akan diproyeksikan untuk menggantikan sejumlah kepala SKPD wajah lama, dan juga pejabat yang dianggap tidak mampu bekerja.

“Sebenarnya kendala bagi Bupati, dia tidak bisa mengganti pejabat yang ada lantaran harus melalui lelang jabatan,” ujar sumber aksipost.

“Kabarnya nama-nama pejabat lama yang akan diganti sudah ada, tapi karena harus lelang jabatan, maka itu tidak dilakukan. Jadi harus menunggu hasil lelang jabatan yang sampai saat ini belum dilakukan,” ujarnya lagi.

Terpisah, Bupati Merangin, Al Haris, saat dikonfirmasi mengaku jika pihaknya baru menerima surat izin untuk pelaksanaan lelang jabatan.

“Soal lelang jabatan Insya Allah dalam waktu dekat, karena kita baru terima surat izin lelang dari ASN. Mudah-mudahan dalam dua minggu ini bisa,” ujarnya.

Bupati  juga menyebutkan, bahwa berdasarkan hasil Lembaga Assesmen Negara (LAN) yang diikuti pejabat eselon II dan sejumlah eselon III beberapa waktu lalu, sangat tidak memuaskan.

“Hasil itu memang banyak pejabat kita yang SDM-nya lemah. Tidak memenuhi standar untuk menduduki jabatan saat ini. Namun demikian anehnya, pejabat yang masih lemah SDM-nya kita minta untuk kuliah S3 tapi tidak ada yang mau,” tutupnya.(nzr)

Ruangan komen telah ditutup.