Abu Bakar Bantah Statemen Iday, BUMD Dapat Penyertaan Modal Dari Pemda

Muaratebo, AP – Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan pada Sekretariat daerah (Setda) Tebo sekaligus merangkap Badan pengawas pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tebo Holding Company (THC) membantah pernyataan atau statemen Waka DPRD Tebo Syamsu Rizal biasa disapa Iday bahwa THC dapat penyertaan modal dari Pemerintah daerah kemudian katanya biro perjalanan haji dan umrah Ilegal.

Banwas BUMD Tebo Drs. H. Abu Bakar, M.Si kepada Aksipost di dampingi Kabag Ekonomi Hazairy membantah statemen Waka DPR, jika biro perjalanan atau Travel haji dan umrah yang di kelola THC ilegal.

“Statemen Wakil ketua DPR Tebo Iday perlu saya klarifikasi dan saya luruskan, bahwa travel haji dan umrah yang di kelola oleh BUMD THC adalah legal,” ucap Abu Bakar, (07/11).

“Memorandum Of Understanding (MOU) ada, antara THC dengan pihak travel haji dan umrah, cuma saya lupa nama perusahaannya “kata Abu Bakar.

Menurut Abu Bakar, mungkin yang jadi persoalan selama ini terkesan adanya dugaan ilegal dalam pengelolaan travel haji dan umrah adalah dalam tulisan pada papan reklame tidak mengsertakan kerjasama antara BUMD THC dengan pengelola travel itu sendiri. “saya sudah lihat MOUnya,” ucap Abu Bakar dengat singkat.

Kemudian selanjutnya, penyertaan modal dari Pemda Tebo untuk BUMD selama ini di yakini oleh Abu Bakar tidak pernah ada. BUMD THC selama ini telah bekerja sama menanamkan sahamnya sebesar 30 persen kepada PT. Tebo Multi Agro dalam usaha perkayuan sejak jaman Bupati sebelumnya.

“Hasil dari pada usaha kerjasama dengan PT. TMA tersebut PAD yang di setorkan oleh THC ke daerah sebesar 55 persen dari keuntungan, sedangkan sisanya adalah untuk gaji karyawan THC,” terang Banwas BUMD.

Produktivitas kayu PT. TMA beberapa tahun ini mengalami penurunan tentu berkurang pula hasil di dapat oleh THC, begitupun PAD yang di setorkan kepada daerah atau Pemda. Namun Abu Bakar memprediksi tahun 2018 PAD tersebut bakal naik.

“Saya tau persis usaha yang di kelola BUMD THC, sebab saya Banwasnya dan saya lihat datanya. Silahkan audit baik oleh BPK atau melalui acountan publik, “saya sangat mendukung,  dan kita yakin tak akan ada temuan,” pungkas Abu Bakar. (ard)

 

 

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.