Ratusan Miliyar Dana Proyek Pipanisasi Mengalir ke Rekening Wendi Leo

Jambi, AP — Tiga saksi kembali dihadirkan untuk terdakwa Hendri Sastra, mantan Kepala Dinas PUPR Tanjab Barat dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek pipanisasi air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (26/11/2018).

Mereka adalah Hakim, J Simamora dan Samsu Hadi. Ketiganya merupakan mantan Bendahara Dinas PU Tanjab Barat. Mereka memberikan kesaksian atas terdakwa Hendri Sastra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Ketiga saksi dalam keterangannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Erika Sari Emsah Ginting mengaku tidak tahu alasan pencairan ke rekening Kuasa Direktur PT Batur Artha Mandiri, Wendi Leo Heriawan.

Mereka mengaku hanya melakukan pengecekan melalui berkas yang mereka terima dari PPK.

“Kita tidak melakukan pengecekan ke lapangan, karena secara kewenangan kita tidak ada. Kita hanya cek berkas kemudian diteken pengguna anggaran (Kadis PU Hendri Sastra),” kata saksi Hakim.

Hal sama juga disampaikan Simamora, saksi lainnya yang merupakan mantan Bendahara Dinas PU Tanjab Barat. Dia menjelaskan, pencairan dana untuk pembangunan proyek tersebut semuanya ditransfer ke rekening atas nama Wendi Leo Heriawan bukan rekening perusahaan.

“Semua pencarian tahun 2009, setelah ditandatangani oleh Kadis PU (Hendri Sastra, red) kemudian dilakukan transfer,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Hendri Sastra melakukan pencairan sebesar Rp 14 miliar dengan total pekerjaan 100 persen pada tahun 2009. Selanjutnya, pada 2010 ada tiga kali pencairan

“Pertama, Rp 93 miliar ke rekening PT Batur Artha Mandiri atas nama Wendi Leo melalui Bank Jambi. Sebelum dipotong pajak, Rp 106 miliar, berdasarkan SPM yang diajukan yang ditandatangani Hendri Sastra,” sebutnya.

Kmudian yang kedua dilakukan pencairan sekitar Rp 400 juta. Hal sama juga dilakukan pada pencarian ketiga, sekitar Rp 1 miliar ditandatangani Hendri Sastra.

“Ketiga, total bersih pencarian Rp 994 juta,” kata dia.

Hal itu turut dibenarkan Hakim. Sementara Samsul Hadi menyebutkan, pada 2010 kontrak anak kedua dicairkan juga pada masa Hendri Sastra.

“Waktu itu masih terdakwa (Hendri Sastra), tahun 2010, kontrak anak satu dan dua. Untuk kontrak anak dua, dicairkan sebanyak dua kali,” katanya

Dia membeberkan, pencarian tersebut dilakukan saat pengerjaan mencapai 98 persen dengan total bersih Rp 93 miliar.

“Terdakwa hanya tanda tangan SPM dengan total Rp 106 miliar, belum potong pajak itu,” ungkapnya.

Disebutkannya, dalam pencairan kontrak anak kedua, terdapat Rp 33 miliar yang dicairkan oleh Hendri Sastra, sebelum jabatannya dilanjutkan Sabar Barus.

“Itu pencairan yang dilakukan terdakwa terakhir. Selanjutnya, Pak Sabar Barus,” jelasnya.

Adapun kontrak anak ketiga yang ditandatangani Plt Kadis PU, Sabar Barus, adalah senilai Rp 20 miliar. Pencairan itu yang juga ditransfer melalui rekening Bank Jambi atas nama Wendi Leo selaku kuasa direktur PT Batur Artha Mandiri.

“Yang ketiga, dengan nilai bersih Rp 18 miliar ke Wendi Leo,” tandasnya.

Perlu diketahui, Hendri Sastra selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) diduga terlibat kasus korupsi dalam pembangunan sarana air bersih (pipanisasi) di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sekitar tahun 2009-2010. Proyek dengan total anggaran sekitar Rp 151 miliar itu menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 18,4 miliar. Jal

Ruangan komen telah ditutup.