Petani batanghari gelar tradisi “sedekah bumi”

Batanghari, AP – Sejumlah Kelompok tani yang bercocok tanam di kawasan Pematang Umo Tinggal di Muarabulian Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi menggelar kegiatan tradisi “Sedekah Bumi”. “Selain sebagai peringatan Hari Jadi Kabupaten Batanghari yang bermoto ‘Bumi Serentak Bak Regam’ ke-70 tahun, sedekah bumi juga dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil pertanian yang melimpah,” kata Sekretaris Daerah Batanghari Bakhtiar, Kamis (29/11).

Sedekah bumi tersebut merupakan tradisi masyarakat daerah itu yang telah ada sejak dahulu kala. Saat ini pemerintah daerah itu bersama kelompok-kelompok tani mencoba melestarikan kembali tradisi tersebut. Menurut dia, tahun-tahun berikutnya tradisi tersebut diharapkan dapat dilaksanakan dengan lebih meriah sehingga dapat di jadikan sebagai wisata budaya.

Tujuannya agar dapat menarik wisatawan-wisatawan dari luar daerah, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi para petani dalam memproduksi komoditasnya, sehingga Batanghari dapat menjadi salah satu kabupaten sentra pertanian di Provinsi Jambi,” kata Bakhtiar.

Saat ini dikawasan Pematang Umo Tinggal tersebut terdapat lahan pertanian dan persawahan seluas 100 hektar lebih. Namun yang telah digarap oleh kelompok tani sekitar 75 hektar. Kelompok-kelompok tani di kawasan tersebut berharap pemerintah dapat kembali melakukan pencetakan sawah di lahan-lahan yang ada. Sehingga hasil pertanian masyarakat dapat lebih optimal.

 

Selain itu, katanya, petani di daerah itu diharapkan dapat terus berinovasi mengembangkan budidaya pertanian guna meningkatkan kesejahteraan keluarga, sehingga instansi terkait seperti Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batanghari dapat terus memotivasi petani untuk semakin inovatif.

 

Yang tidak lebih penting, kata dia, petani dapat memanfaatkan teknologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian serta saling berkoordinasi dalam melakukan pembinaan kepada petani.

 

“Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diharapkan dapat meningkatkan sumber daya dan pengetahuan dalam mendampingi petani, keberhasilan dan kegagalan petani akan mencerminkan keberhasilan PPL dalam menjalankan tugasnya,” kata Bakhtiar menambahkan. (sup)

Ruangan komen telah ditutup.