Atasi Banjir di kota Sungaipenuh,  Sembilan Sungai Dinormalisasi

Sungaipenuh, AP – Kota Sungaipenuh selalu menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Untuk mengatasinya, sembilan aliran yang ada di kota Sungaipenuh dilakukan normalisasi.

Seperti di bulan Desember, Kota sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci sering diguyur hujan lebat, akibatnya sungai meluap dan terjadi banjir yang mengenangi permukiman rumah warga. Untuk mengatasi banjir, pemerintah kota Sungaipenuh melalui Dinas PUPR akan menormalisasi sembilan aliran sungai, diantaramya sungai batang merao, sungai air sempit dan sungai batang samgkir.

“Saat normalisasi sungai dilakukan banyak ditemukan sampah dan sedimen yang menghambat aliran sungai. Dengan adanya normalisasi, maka aliran sungai menjadi lancar dan mengurangi dampak bannir di Kota Sungaipenuh,” ungkap Martin.

Dikatakanya, normalisasi yang dilakukan saat ini hanya bersifat sementara mengingat sungai induk yang berada di bagian hulu dan hilir sungai batang merao berada di kabupaten Kerinci.

“Dalam pengamatan kita, jika hujan terjadi hanya di wilayah kota Sungaipenuh, maka  tidak terlalu berdampak, karena luapan air biasanya hanya berasal dari drainase yang tersumbat,” Katanya.

Namun, jika hujan terjadi dibagian hulu sungai di Kabupaten Kerinci, maka sangat berdampak pada kota sungaipenuh, banyak aliran sungai meluap, akobatnya banyak rumah yang terendam banjir.

“Kita menilai perlu kerja sama antara pemerintah Provinsi Jambi dan Kantor Balai wilayah Sungai Sumatera untuk membantu mengatasi permasalah normalisasi sungai ini,” sebutnya.

Selain itu, katanya, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan balai pengairan, namun dari pihak balai menyebutka butuh dana yang besar untuk melakukan normalisasi sungai, singkatnya. (hen)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.