Kontraktor Proyek GOR Kotabaru Jambi di Warning

Jambi, AP – Proyek bangunan Gedung Olahraga (GOR) Kotabaru belum selesai dikerjakan. Humas Dinas PUPR Provinsi Jambi, Ivan mengakui pihak kontraktor masih mengerjakannya.

Namun menurutnya, jika sampai akhir Desember tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Sesuai deadline. Ada konsekwensi yang harus ditelan pihak kontraktor.

“Kalau sampai lewat tahun pasti bayar denda,” kata Ivan, Kamis (20/12).

Mestinya, proyek yang berlokasi di Jalan KH Agus Salim, Pall Lima, Kecamatan Kotabaru Kota Jambi ini sudah rampung pada sejak 7 Desember 2018.

Hingga pekan ketiga bulan ini, proyek bernilai Rp 8 miliar dari APBD Provinsi Jambi 2018, meleset dari target.  Dari lokasi proyek miliar itu, pihak kontraktor yakni PT Bumi Delta Hatten masih terlihat berada di lokasi mengerjakannya.

Karena proyek ini dibiayai anggaran APBD, publik pun mulai buka mulut. Mereka menilai pihak Pemerintah Provinsi Jambi dan kontraktor sama-sama merugikan prestasi masyarakat khususnya mengenai olahraga di Jambi.

Proyek ini harus diawasi.

“Molornya pengerjaan dari masa kontrak, tentu harus dikenakan sanksi denda,” kata Pengamat Kebijakan Publik di Jambi, Nasroel Yasir.

Menurut Nasroel, pemerintah sebaiknya membayar yang sudah dikerjakan oleh kontraktor, atau pemerintah membuat adendum perpanjangan atau penjanjian baru.

“Admintrasinya harus jelas, jadi ada payung hukumnya. Meski adendum jalan Kontraktor tetap membayar keterlambatan itu,” katanya.

PT Bumi Delta Hatten sebagai pemenang diharga penawaran Rp 8 Miliar setelah berhasil mengalahkan 118 peserta lainnya, pada April lalu. Kenyataannya, proyek tersebut mulai dikerjakan sejak memasuki bulan Agustus. Padahal, pemerintah memberikan masa waktu pengerjaan sejak 7 Juli. Selama 180 hari.

GOR Kotabaru memiliki luas area 40.884 meter, ini memang jadi andalan untuk pergelaran olahraga dan pentas seni, area ini juga kerap digunakan untuk konser music. Untuk standar nasional.

Ketua Koni Provinsi Jambi Indra Armendaris, sebelumnya sempat mengatakan, rehab GOR terbilang telat karena baru dikerjakan dipertengahan, sehingga GOR tak termasuk dalam venue Porprov lalu.

“Karena berdasarkan luas lapangan, kapasitas penonton, dan fasilitas yang memadai,” kata Indra. (Jal)

Ruangan komen telah ditutup.