Ketua DPD Gerindra Jambi Dilaporkan Atas Dugaan Pemalsuan Indentitas 

Jambi, AP –– Ketua DPD Gerindra Jambi, Sutan Adil Hendra (SAH) dilaporkan kepolisi oleh Sjafril Alamsyah melalui pengacaranya Pera Chandra erkait dugaan tindak pidana pemalsuan identitas atas akta autentik.

Pera Chandra mengatakan dugaan pemalsuan indentitas oleh Ketua DPD Partai Gerinda Jambi itu di laporkan ke Kepolisian pada awal desember lalu di Kepolisian Resor Kerinci (Polres) Sungai Penuh.

“Ada tiga akta, itu indentitasnya beda-beda, kemudian dua dokumen lainnya tempat dan tanggal lahirnya juga beda, dan itu laporanya sudah saya masukan pada awal Desember lalu di Polres Kerinci,” tutur Pera Chandra saat dihubungi via Telepon, Minggu (31/12/2018).

Chandra mengatakan, hal itu bermula klienya memiliki sebidang tanah yang berada di Desa Pasar Senin Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci, tanah tersebut sudah bersertifikat hak milik Nomor 106 tahun 1994 atas nama pelapor.

Tanpa diduga-duga sertifikat nomor 106 telah dibalik nama oleh Sutan Adil Hendra, berdasarkan akta jual beli No 302/2008, oleh pejabat PPAT Djanuardi SH, PPAT Wilayah Sungai Penuh/Kerinci dan akta tersebut tanpa dihadiri oleh pelapor, diduga akta tersebut palsu.

Setelah pelapor mengetahui adanya pemalsuan akta, pelapor berniat untuk mencari identitas terlapor yang sebenarnya, sehingga pelapor menemukan bahwa terlapor adalah penipu yang menggunakan nama dan indentitas palsu.

Diantaranya yaitu didalam Akta Notaris H. Asmawel Amin, SH No. 119 tanggal 24 Oktober 1997, akta tersebut terlapor menggunakan nama IR. Sutan Adil Hendra tempat lahir di Jambi tanggal 2 Agustus 1965.

Kemudian dalam Akta Notaris H. Asmawel Amin, SH No 94 tanggal 6 Mei 1999 didalam Akta tersebut terlapor menggunakan nama Sutan Adil Hendra NST tempat lahir Medan tanggal 2 Agustus 1965.

Serta dalam Akta Jual Beli PPAT Djanuardi No. 302/2008 tanggal 5 agustus 2008, di dalam akta tersebut terlapor menggunakan nama IR. Sutan Adil Hendra, tempat lahir tidak tercantum tanggal 2 Agustus 1967.

Selain itu juga daftar riwayat hidup calon anggota DPR RI dari Partai Gerindra formulir Medel BB II, Jambi 21 April 2013 terlapor menggunakan nama IR. H.AR. Sutan Adil Hendra MM,  tempat lahir Sumut tanggal 2 Agustus 1968.

Kemudian buku CV anggota MPR DPR RI Periode 2014-2019 nomor anggota A – 334 tahun 2014 dalam buku tersebut terlapor menggunakan nama IR H. AR. Sutan Adil Hendra, MM tempat lahir Tapanuli Selatan tanggal 2 Agustus 1968.

Pera Chandra mengatakan Sutan Adil Hendra bisa dijerat dengan undang 266 KUHP terhadap pemberian keterangan palsu kedalam akta. Kemudian juga bisa diancam dengan undang-undang khusus nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan.

“Itu bisa juga, itukan memberikan maksudnya membuat indentitas palsu, tapi itu tergantung polisinya yang mengembangkan,” Imbuhnya.

Dia berharap awal Januari 2019 nanti pihak kepolisian sudah memeriksa para saksi.

“Mungkin awal Januari penyidik sudah memeriksa para saksi, karna para saksi ini masing-masing diluar kota, ada yang di Jakarta, Surabaya kemudian ada tiga akta dua di Jakarta dan satu di Jambi,” urai Chandra.

Menanggapi hal tersebut, melalui pesan singkat WA, SAH mengatakan, “tidak ada yang dipalsukan terhadap KTP tersebut, karena secara substansi KTP tersebut adalah orang yang sama, kalaupun ada perbedaan itu diluar kapasitas saya sebagai orang yang meminta pembuatan KTP pada waktu itu,” tulisnya.

Lebih jauh, SH mengatakan, untuk saat ini, proses pembuatan KTP sejak 2012 itu sudah menggunakan e-KTP yang sudah menggunakan perekaman data sesuai dengan akte kelahiran.

Menurutnya lagi tentang tanah di maksud telah ada keputusan: 1. pengadilan S.penuh 2.pengadilan tinggi Jambi dan keputusan MA, bahwa tanah tersebut sah milik saya,

“Dindo ini cerita lama,” sebutnya mengakhiri pembicaraan melalui pesan singkat WA, beberapa waktu lalu. (Bdh)

Ruangan komen telah ditutup.