Wacana Pembongkaran “Tugu Juang” Ditolak Warga

Kualatungkal, AP – Wacana pembongkaran Tugu Juang di dalam kota Kualatungkal, tepatnya di simpang BNI mendapat penolakan dari masyarakat, karena dinilai dapat menghapus sejarah penting bagi daerah itu.
Apalagi Tugu Juang tersebut memiliki nilai sejarah sangat tinggi sejak tahun 1948 silam dengan tujuan agar generasi muda Tanjung Jasbung Barat (Tanjabbar) dapat mengingat perjuangan para pahlawan ikut andil melawan para penjajah.
Wacana itu mendapat keritik dari Drs. H. Usman Ermulan, MM mantan bupati Kabupaten Tanjung Jasbung Barat dua Priode, Ia menilai, wacana tersebut tak mencerminkan sikap nasionalisme dan bahkan tidak menghargai perjuangan masa lalu.
“Wacana itu sama saja menghapus nilai sejarah di Kualatungkal,” ujarnya.
Dia berharap, pemerintah daerah harus mengembangkan dan mempertahankan sejarah perjuangan agar generasi muda dapat mengetahui bahwa banyak para pahlawan yang gugur dalam mepertahankan kota Kualatungkal.
“Seharusnya dikembangkan bukan malah dihilangkan, Pemkab juga harus menggali, kan sayang, tugu ini memiliki nilai sejarah yang tinggi untuk kota Kualatungkal,” ujarnya.
Jika wacana itu terlaksana, pemerintah harus siap-siap mendapat protes keras dari warga, dan bahkan tidak menutup kemungkinan masyarakat demo menuntut penolakan wacana itu.
“Tugu itukan punya sejarah, sebagai masyarakat kita wajib menjaga dan memeliharanya,” kata Usman.
Lebih jauh Usman Ermulan mengatakan, jika Pemda melihat ada tugu juang yang di Parit 7 Tungkal I, silahkan aja bangun yang baru, bisa lebih baik dan Indah lagi, itu namanya baru membangun, bukan untuk menghancurkan Tugu kebanggaan para anak cucu Pejuang yang telah gugur dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wacana pembongkaran Tugu Juang tersebut juga mendapat penolakan dari warga Kualatungkal, Gatot, menurutnya, Tugu Juang itu penuh sejarah dan harus menghargainya.
“Jangan sampai tugu penuh sejarah ini dibongkar, kita harus menghargainya. Karena kalau tidak, mana mungkin kita bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang ini,” kata Gatot, Warga Kualatungkal, kemarin, Minggu (10/02).
Yulianto, LSM LIRA Jambi, juga angkat bicara tarkait wacana tersebut, “Sebaiknya Pemda setempat tidak merusak, apalagi menghancurkan Tugu Juang tersebut, karena Tugu itu mempunyai nilai sejarah bagi pejuang, mereka banyak mengorbankan penuh air mata, darah dan Nyawa Para Pejuang yang saat ini bersemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kuala Tungkal,” ujarnya. (her)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.