KPK Periksa Rombongan Anggota DPRD Jambi Tersangka Suap

Jambi, AP – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa para tersangka dugaan suap ketuk palu RAPBD Jambi. Ada sembilan anggota DPRD Jambi dan seorang pihak swasta di Gedung Mapolda Jambi, kemrin, Selasa (12/02).

Dari pantauan Aksi Post di lokasi, mereka diperiksa berkisar 7 Jam di lantai 2 Gedung Mapolda Jambi. Mereka keluar secara bergiliran, ada yang keluar pada pukul 14.00 WIB, dan dari pukul 17.00 ke pukul 18.00 WIB.

“Ada banyak pertanyaan, terkait dugaan suap,” ujar Anggota DPRD Muhammadiyah yang ikut di panggil KPK, keluar berkisar pukul 17.00 WIB.

Diakuinya, dirinya diperiksa sebagai saksi untuk 13 orang lainnya. “Kalau penyidik minta kita siap diperiksa lagi, kita tanggung jawab,” katanya.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Cornelis Buston, enggan berbicara banyak mengenai pemeriksaan tersebut. Menurutnya, ada berkisar 30 pertanyaan petugas KPK kepada dirinya terkait suap tersebut. Namun dirinya diam ketika ditanyakan apakah dirinya siap di tahan dan di borgol oleh petugas KPK nantinya

“Sekitar 30an pertanyaan,” ujar Cornelis, yang keluar berkisar pukul 17.20 WIB.

Gusrizal Anggota DPRD lainnya menyebutkan, yang terpenting pihaknya kooperatif mengikuti proses tersebut. Dan, dirinya memohon doa supaya permasalahan suap ini cepat selesai.

“Mohon doa masalah (kasus suap) ini cepat selesai,” kata Gusrizal, keluar berkisar pukul 17.35 WIB.

Mereka yang diperiksa tersebut, terdiri dari empat pimpinan DPRD, Cornelis Buston, Chumaidi Zaidi, Sufardi Nurzain, dan Syahbandar. Selanjutnya lima anggota lainnya, Muhammadiyah, Effendi Hatta, Zainal Abidin, Elhelwi dan Gusrizal. Dan, satu pihak swasta Joe Fandy Yoesman alias Asiang.

Mereka tiba di Mapolda Jambi berkisar sejak pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB secara bergiliran, langsung menaiki lantai dua di tempat pemeriksaan.  Pemeriksaan ini menyusul KPK yang menetapkan 13 tersangka dalam kasus suap ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 yang melibatkan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli. 12 orang dari DPRD Jambi dan satu diantara pihak swasta Joe Fandy Yoesman alias Asiang.  Zumi Zola terbukti menyuap 53 anggota dan pimpinan DPRD dengan total duit Rp 16,34 miliar.

Total, ada 25 di unsur DPRD, dan satu pihak swasta yang diperiksa. Pemeriksaan dilakukan secara bergilir selama tiga hari. Terhitung pada Selasa (12/2), hingga Kamis (14/2). Esok Rabu, petugas melakukan pemeriksaan sembilan orang terdiri dari Sekwan DPRD dan Istri Pelaksana Tugas Gubernur Jambi. Dia adalah Cekman, Parlagutan Nasution, Tadjuddin Hasan, Nasri Umar, Nurhayati, Emi Nopisah selaku Sekwan di DPRD, Rahima yang juga Istri dari Pelaksana Tugas Gubernur Jambi Fachrori Umar, Hasani Hamid, Suliyanti, dan Karyani.

Pada hari ketiga, Kamis, lima orang anggota. Mereka adalah Tartiniah, M. Juber, Poprianto, Ismet Kahar dan Kusnindar. Untuk diketahui, dalam kasus suap tersebut KPK menetapkan sebagai tersangka diantaranya Cornelis Buston Ketua DPRD Partai Demokrat, dan tiga orang sebagai Wakil Ketua yakni Chumaidi Zaidi Wakil Ketua dari Partai PDIP, Sufardi Nurzain dari Partai Golkar, dan Syahbandar dari Partai Gerindra.

Zainal Abidin Ketua Komisi III dari Partai Demokrat. Effendi Hatta dari Partai Demokrat, Cekman dari partai Hanura, Muhammadiyah dari Partai Gerindra. Gusrizal Partai Golkar, Tadjuddin Hasan dari Partai PKB, Parlagutan Nasution dari Partai Persatuan Pembangunan dan Elhelwi dari Partai PDI-Perjuangan. Rul/rii

Ruangan komen telah ditutup.