Usman Ermulan : Tujuan Masyarakat Memilih Pemimpin Agar Hidupnya Lebih Baik

Jambi, AP – Sebagai tokoh masyarakat Jambi yang memiliki segudang pengalaman, Drs. H. Usman Ermulan, MM kembali didaulat sebagai pemateri Kepemimpinan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Jambi (FKMJ), Jum’at (22/2/2019) lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Kesehatan Jambi, dikawasan Pijoan, Muarojambi, Jambi itu mengambil tema “Revitalisasi Kaderisasi Sebagai Wujud Manifestasi Perjuangan Melawan Disintegrasi Kebangsaan-Kebudayaan” dihadiri oleh berbagai Mahasiswa di Jambi.

Kedatangan Usman Ermulan disambut akrab oleh para peserta yang sejak awal menunggunya, orang yang pernah suskses menjabat di Eksekutif dan Legislatif itu juga menyambut baik dan afresiasi atas pelatihan Kepemimpian yang di inisiasi oleh FKMJ Jambi.

Dihadapan para peserta, Mantan Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) dua priode ini secara gamblang menjelaskan perjalanan karirnya, hingga dari seorang pengusaha kemudian menjadi seorang politisi yang banyak dicintai oleh rakyat, hal itu terbukti terpilihnya hingga dua priode menjadi Bupati Tanjabbar.

Seorang pemimpin itu kata Usman, selain memiliki integritas, visinoner dan kridibiltas yang tinggi harus berani Action. Pada prinsifnya menurut Usman, masyarakat sebagai pemilih, tujuanya memilih pemimpin inggin kehidupannya menjadi sejahtera.

“Memang nasib itu ditangan tuhan, tetapi nasib untuk mensejahterakan rakyat itu ada ditangan pemimpinnya. Pemimpin itu harus berani, maka dari itu kita harus berani tampil untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Maka dari itu dia menegaskan kepada generasi muda sebagai generasi penerus bangsa untuk terus menggali dan mendalami berbagai ilmu baik berorganisai maupun ditengah masyarakat.

Karena dikatakanya semua manusia akan menjadi pemimpin paling tidak akan memimpin rumah tangga dan itu juga dibutuhkan bagaimana mengorganisir keuangan rumah tangga yang baik.

“Tugas pemimpin itu tidak hanya datang dan pulang kantor, tetapi bagaimana cara mensejahterakan rakayatnya, mampu atau tidak kita? Itu semua butuh konsep kepemimpinan. Untuk apa masyarakat memilih pemimpin jika tidak mensejahterakan masyarkat,” paparnya.

Menurutnya, sebagai pemimpin harus memliki program terorganisir dan pelaksanaanya harus ada kontrol. “Tetapi pelaksanaannya butuh seni dan kita harus tampil disetiap persoalan yang tengah dirasakan masyarakat,” sebutnya. (Bdh)

Ruangan komen telah ditutup.