Pelebaran Jembatan Terkendala, Komisi III DPRD Kota Jambi Panggil Pihak Terkait

Jambi, AP – Komisi III DPRD Kota Jambi Gelar rapat dengar pendapat mengenai pembangunan pelebaran jembatan yang terdapat di JL. Aster biru RT 28 kelurahan lingkar selatan kecamatan Paal merah, di ruangan rapat A DPRD Kota Jambi, Jumat (07/03).

Rapat tersebut dipimpin langsung  oleh Ketua Komisi lll DPRD Kota Jambi Junedi Singarimbun dengan menghadirkan Dinas Perkim Kota Jambi, Dinas PUPR Kota Jambi, Lurah Lingkar Selatan, Camat Lingkar Selatan, Bhabinsa, bhabinkamtibmas, Forum Rt lingkar selatan, serta perwakilan warga lingkar selatan.

Menurut Kurniawan, Ketua Forum RT Lingkar Selatan Kota Jambi bahwa masyarakat Lingkar selatan sangat mengharapkan pelebaran jembatan tersebut. Sebab, dengan pelebaran jembatan, maka akan mengurangi dampak banjir disekitar kawasan Lingkar Selatan Khususnya di Perumabahn Paal Merah Indah yang kerap banjir.

Namun menurutnya, proses pelebaran jembatan belum bisa dilaksanakan karena adanya somasi dari pemilk tanah yang tanahnya akan terkena dampak dari pelebaran jembatan tersebut.

“Ada salah seorang warga yang tidak setuju dengan adanya pelebaran jembatan tersebut karena akan berdampak bagi tanah miliknya. Padahal kami sangat mengharapkan jembatan itu bisa diperlebar,” terangnya.

Sementara itu menurut  Berlianto Harahap dari Dinas PUPR Kota Jambi mengakui bahwa pihaknya mendapatkan surat dari pemilik tanah yang lokasinya dekat jembatan.

Surat tersebut berisi pemberitahuan bahwa jembatan tersebut tidak perlu diperlebar karena akan berdampak kepada tanah miliknya.

“Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa sebelumnya, pemilik tanah sudah menghibahkan tanah miliknya untuk pembangunan jalan dan jembatan saat ini yang sudah dibangun. Dan menurutnya tidak perlu lagi ada pelebaran jembatan,”ujarnya.

Dirinya mengatakan bahwa sebelum membangun, Dinas PUPR akan berkoordinasi dengan Dinas Perkim, Lurah dan Camat bahwa pembangunan tidak menimbulkan permasalahan baru.

“Kami tidak ingin pembangunan nantinya menimbulkan masalah yang baru. Harus diselesaikan dulu baik baik baru kita bisa bangun. Kita juga minta agar tua tengganani dan warga sekitar berembuk dengan pemilik tanah karena dengan pelebaran jembatan, akan mengurangi banjir di kawasan tersbeut,”ujarnya.

Sementara itu menurut Junedi Singarimbun, Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi bahwa saat ini kondisi jembatan sempit dan pendek yang menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan Lingkar Selatan.

“Jadi pelebaran jembatan harus dilakukan untuk kepentingan umum,”terangnya.

Dikatakan Junedi bahwa Pemerintah tidak perlu khawatir adanya permasalahan. Sebab, pembangunan untuk kepentingan masyarakat umum.

“Dan tidak ada satu pihakpun yang boleh melakukan penghambatan terhadap pembangunan,”terangnya.

Junedi juga mengatakan bahwa Pembangunan jembatan di Jalan Aster Biru memakan biaya Rp.2,5 Milyar. (Bdh)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.