Listrik Mati, Pertumbuhan Ekonomi Kerinci dan Sungaipenuh Terganggu

Kerinci, AP – Hingga hari ketiga pasca Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), roboh dan rusak berat, di Penetai, desa Muara Emat, Kerinci dan Sungaipenuh, masih dalam kegelapan.

Meskipun diberlakukan pemadaman bergilir, namun belum jelas jadwal pemadamannya. Kondisi ini juga berdampak terhadap ekonomi masyarakat di dua daerah ini. Diantaranya, bagi pemilik usaha Fotocopy .

Seperti diungkapkan Deri salah seorang pemilik fotocopy, di wilayah kecamatan Situnjau Laut. Dia mengakui, sejak listrik padam pada Sabtu malam, dirinya tidak mengoperasikan alat fotocopy miliknya.

Untuk itu dirinya berharap pihak PLN untuk dapat mengatasi pemadaman, sehingga usaha yang digelutinya bisa berjalan lancar. “Ya, dari sabtu malam, sampai sekarang usaha fotocopy aku tidak bisa hidup, lah banyak uhang mau mencopy, tapi karena saya tidak memiliki genset,” katanya.

Tidak jauh berbeda, salah seorang ibu rumah tangga di Sungaipenuh, Juliana, mengakui banyak hal yang tidak bisa dilakukannya. Selain itu juga berdampak dengan membusuknya sayuran yang ada di Kulkas miliknya.

“sayuran dan ikan hingga membusuk di Kulkas, selain itu kita juga harus memasak Nasi dengan kompor. Makanya, kita sangat berharap¬† pemerintah, khususnya pihak PLN bisa segera mengatasinya,” harapannya.

Sementara itu, General Meneger PLN Sungaipenuh, Andi, saat dikonfirmasi (11/03) kemarin, mengatakan bahwa, saat proses perbaikan terus dilakukan petugas dari SUTT.

“Kami sedang menuju ke lokasi untuk melihat kondisinya. Petugas dari hari sabtu kemarin petugas pln sudah dilokasi untuk memeperbaiki,” jelasnya.

Namun, dirinya tidak mengatahui jumlah petugas yang dikerahkan untuk melakukan perbaikan, karena itu merupakan kewenangan dari dari PLN UIP ataupun PLN UPT Jambi. “Kalau alat dan jumlah anggota saya kurang tau, karena yang memperbaiki PLN UIP ataupun PLN UPT Jambi,”sebutnya.

Ditanya sampai kapan akan selesai diperbaiki Tiga tower yang rusak? Kata Andi kemungkinan akan selesai dikerjakan sekitar Tujuh hari. “Tapi tergantung situasi dan kondisi, kalau cuacanya bagus bisa cepat selesai”, tandasnya. (hen)

Ruangan komen telah ditutup.