Debat, Adu Visi Siapa Unggul ?

Sani-Izi Ciptakan 8000 Pelaku Usaha Baru, Fasha- Maulana Jadikan Jambi Pusat Perdagangan

Jambi, AP – Debat publik kandidat calon walikota dan wakil walikota Jambi putaran III telah usai digelar, dengan menghadirkan dua pasang calon yakni nomor urut satu  Abdullah Sani – Kemas Alfrizi dan nomor urut dua Fasha-Maulana.

Debat kali ini berlangsung seru, karena kedua paslon saling adu argumen, menanggapi visi dan misi masing-masing passangan calon (Paslon) hingga saling meninjukan visi mereka yang paling unggul, bertempat di gedung Abadi Convention Center, Sabtu (5/5/2018) dimoderatori oleh presnter cantik, Zilvia iskandar.

Debat kali ini mengusung tema kependudukan dan peningkatan kualitas hidup. Saat dimintai visi dan misi soal tema, Abdullah Sani mengatakan ingin mewujudkan Kota Jambi Tanah pilih Pesako Bertuah yang bersih dan berdikari.

Adapun terkait tema, pihaknya siap mewujudkan SDM yang handal yang sehat, mengedapankan kerukunan dalam keberagaman.

Lalu apa program unggulan? Kemas Alfrizi menjawab akan melibatkan seluruh komponen masyarakat, menyiapkan sarana dan prasarana, pelatihan dan menfasilitas peningkatan keterampilan, menjadikan Kota Jambi ramah terhadap anak, pemberdayaan perempuan dan perluasan jaringan Pipa PDAM.

Sementara itu, pasangan Fasha-Maulana memiliki visi dan misi yakni menjadikan Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa bebasis akhlak dan budaya dengan mengedepankan pelayanan publik.

Adapun misinya peningkatan kualitas hidup masyarakat, kualitas penduduk dan administrasi kependudukan yakni dengan meningkatkan kualitas pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, spritual, ekonomi dan infrastruktur.

Kemudian, percepatan pelayanan registrasi kependudukan, layanan mobil service terutama pada masyarakat miskin sehinga tidak terganggu.

Lalu apa program unggulan? Maulana menjelaskan dengan menghadirkan pelayananan yang murah bahkan gratis pembiayaan kesehatan, pelayanan ambulance dan dokter 24 jam.

Ada program Kota Jambi cerdas, SD dan SMP gratis, kesejahteraan guru dan pemerintah.

“Kami akan merekrut guru havis untuk mengajar di sekolah, merekrut guru kristen, katolik, hindu, budha dan Konghucu,” katanya.

Ketua KPU Kota Jambi, Wein Arifin dalam sambutannya mengatakan pada debat ketiga ini ada perbedaan dengan debat sebelumnya. Dimana dari jumlah penonton yang hadir jumlah tim kampanye yang hadir dibatasi menjadi 25 orang. Sebelumnya 150 orang.

Selanjutnya KPU mengundang unsur kelurahan mulai dari MUI, lembaga adat melayu, forum RT, dewan mesjid, karang taruna.

Lalu ada, anggota DPRD,  pimpinan parpol, PPK, PPS, OSIS, BEM, organisasi kepemudaaan, dan  organisasi paguyuban. “Kami berharap ini dapat mencerminkan kota Jambi. Inilah tokoh tokoh yang ada di Kota jambi,”jelas Wein.

Dalam debat petama, kita sudah mengangkat mengangkat pembangunan birokrasi. Lalu debat kedua pembangunan ekonomi, dan pada malam ini temanya pembangunan manusia. “Ini terkait kependudukan, bonus demografi, pelecehan seksual, narkoba, kualitas SDM dan sebagainya.  Ini bagian dari pelayanan kami terhadap paslon dan masyarakat Kota Jambi,”katanya.(tim)

Ruangan komen telah ditutup.