Densus Tangkap Dua Terduga Teroris di Bungo

Jambi, AP – Tim Densus 88 Anti Teror Polri dibantu Kepolisian setempat menangkap dua terduga teroris jaringan JAD di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

“Densus 88 Anti Teror kembali menangkap dua orang terduga teroris di Kabupaten Bungo, Kamis (07/06) sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi, Kamis (07/06).

Kedua terduga teroris, yakni Suprapto (24) warga Desa Sepunggur Kecamatan Batin II Babbeko dan Giovani (27) warga Pasir Putih Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo.

Kuswahyudi Tresnandi mengatakan kedua tersangka tersebut saat ini diamankan di Polres Bungo untuk dilakukan pemeriksaan.

“Keduanya saat ini masih di Polres Bungo dan dalam waktu dekat akan dibawa Jambi untuk ditahan di Mako Brimob Polda Jambi,” kata Kuswahyudi.

Keduanya merupakan satu jaringan dengan penyerangan Polres Dharmasraya yang terjadi beberapa waktu lalu.

Mereka merupakan satu jaringan dengan Eka yang merupakan pelaku penyerangan dan pembakaran Polres Dharmasraya. Diketahui Eka merupakan anggota JAD yang merupakan kelompok penyerangan di Surabaya dan Riau beberapa waktu lalu.

Kamis (7/6) sore ditangkap di Kabupaten Bungo. Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda.

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Iya,ada penangkapan (terduga teroris,red) di Bungo,” ujar Kuswahyudi saat dikonfirmasi via ponselnya.

Menurut Kuswahyudi, ada dua orang ditangkap. Namun ia belum bisa menyebutkan identitas dua orang yang ditangkap tersebut.

“Yang jelas ada dua orang. Untuk inisialnya nanti ya,” tandasnya.

Disisilain, setelah mengamankan terduga teroris di depan Masjid Al Furqon Muhammadiyah, polisi bersenjata laras panjang menggeledah agen travel. Agen travel di Jalan Sri Soedewi diketahui milik terduga teroris, U yang diamankan.

Salah seorang kenalan terduga teroris U, yang meminta namanya tak disebutkan mengatakan, keseharian U diketahui merupakan orang yang tertutup.

“Dia itu (U, red) salah satu kawan Eka (terduga teroris pembakar Mapolres Dharmasraya),” ujarnya.

Pada saat pemanggilan saksi terduga teroris Eka, U menjadi salah satu yang dipanggil.

Kenalan terduga teroris U sejak SMA ini mengatakan, keseharian U memang fanatik. Bahkan untuk bersamalam dengan agama lain pun ia enggan.

“Orangnya tertutup. Setiap duduk bersama yang lain pasti diceramahi,” ujarnya.

Diduga, U masih menupakan jaringan Eka dan terduga teroris lainnya yang lebih dulu diamankan beberapa waktu lalu. Tim/ant/met

Ruangan komen telah ditutup.