Jalur Khusus Angkutan Batubara Segera Terealisasi

Jambi, AP – Kejelasan mengenai jalur khusus Batubara masih dalam tahap koordinasi. Ini setelah terakhir, pihak Kabupaten Batanghari menolak jalan di wilayah mereka dijadikan sebagai jalur angkutan bertonase besar ini.

Namun perkembangan terbaru, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi memberikan indikasi akan segera merealisasikan jalur tersebut.

Varial Adi Putra , Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi menyebutkan solusi angkutan batubara sedang dikomunikasikan. Dia menyebut pengusaha batubara juga mempunyai inisiatif dan respon yang baik terhadap pembangunan ini.

“Sekarang sedang tahap koordinasi untuk terealisasi,” ujarnya, Rabu (27/06).

Terkait Kabupaten Batanghari yang mengirimkan  surat kepada Plt Gubernur Jambi beberapa waktu lalu, Varial menyebut bukanlah menjadi persoalan. Karena kabupaten bukan menolak namun hanya meminta status jalan dialihkan kepada Provinsi sebelum dimanfaatkan.

“Itu bukan penolakan, hanya meminta naik status karena kelas jalannnya kabupaten dan akan kita tingkatkan dna Dalam waktu dekat akan kami koordinasikan dengan stakeholder terkait,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah V Jambi Firdaus Arsyad menyebut, solusi jalan khusus batubara merupakan solusi yang paling tepat. Hal ini dikarenakan sebelumnya ada pihak yang meminta BPTD sebagai pemilik jembatan timbang di Jambi untuk memfungsikan jembatan Timbang Tembesi sebagai pengurai permasalahan batubara.

“Untuk jembatan timbang tembesi ada permintaan dari masyarakat lokal untuk pemantau angkutan batubara,dan direncanakan akan mulai disiapkkan pada 2019” sebutnya.

Namun dia menyebut jembatan ini hanya sebagai pemantau batubara saja. Karena Tidak bisa menjadi  solusi. Hal ini menurutnya karena jika nantinya masuk jembatan batubara maka angkutan tersebut akan diuji tonase nya dan kebanyakan overload, yang akan berdampak pada penambahan truk tersebut.

“Bisa dua kali lipat jumlah truk batubara nantinya, solusi yang paling tepat adalah jalan khusus seperti di Kalimantan,” pungkas Firdaus. met

 

Ruangan komen telah ditutup.