Pecinta Alam, Kecam Pelaku Aksi Coret Gunung Kerinci

Kerinci,  AP – Pecinta alam di Kerinci dan kota Sungaipenuh, mengecam aksi coret-coret dijalur dan di puncak Gunung Kerinci. Bahkan, coretan yang merusak pemandangan lokasi wisata ini, sempat Viral di Media Sosial (Medsos).

Dalam foto yang diunggah di medsos tersebut, terlihat seorang pendaki tengah menuliskan sesuatu di batu, yang tepatnya berada di puncak Gunung Kerinci.

Fitria Lan seorang pencita alam Kerinci sangat menyayangkan dengan adanya aksi coret – coretan seperti itu, bahkan dia kecewa terhadap pendaki tersebut. “Menurut info dia sudah di tegur sama teman pendaki lain tapi masih juga tidak mau dengar,” sebut Fitria.

Menurut Fitria, kejadian ini dikarenakan pendaki yang melakukan aksi coret tersebut tidak mengerti apa itu alam dan dia telah melanggar Undang-Undang Konservasi Lingkungan dikawasan Gunung. “dia harus membuat pernyataan pake materai dan naik gunung lagi buat menghapus kembali, itu baru namanya jiwa seorang pendaki pemula yang bersalah,” sebutnya.

Selain itu, dirinya bersama teman pecinta alam lainnya, telah berkoordinasi, akan naik ke puncak untuk menghapus coret-coretan tersebut. “Teman – teman pendaki berkenan untuk membantu menghapus coret-coretan tersebut,” ungkapnya.

Kedepan dia berharap kejadian seperti ini, tidak terulang kembali. “Jaga Alam dan kelestariannya, jangan meninggal apapun kecuali jejak, jangan mengambil apapun kecuali foto, jangan membunuh apapun kecuali waktu, begitulah penggalan kalimat yang wajib diingat oleh para pencinta alam,” himbai dia.

Pencita alam lainya, Itink mengatakan dia memang salah, tapi dirinya menyanyangkan mengapa benda itu (cat) bisa lolos sampai ke puncak. “Berarti petugas penjagaan Gunung Kerinci kurang jeli dan tidak melakukan pemeriksaan setiap pendaki yang ingin memuncak,” sebutnya.

Sementara itu, petugas R 10 Gunung Kerinci, Dudung dikonfirmasi membenarkan adanya aksi coret – coretan yang dilakukan salah satu pendaki di jalur dan puncak gunung kerinci. “Kita dapat laporan adanya aksi tersebut dari pendaki lainya,” katanya.

Ditanya apakah petugas R10 telah melakukan pemeriksaan terhadap para pendaki yang akan melakukan pendakian, Dudung mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan dengan baik terhadap para pendaki. “Mungkin mereka naik pas petugas tidak ada ditempat, saya tidak ingin menutupi bahwa saat ini kita memang masih kekurangan personil di R10 untuk melakukan penjagaan dan yang paket,” jelasnya.

Dia meminta kepada atasan untuk menambah personil di R10, supaya penjagaan dan pemeriksaan barang bawaan para pendaki bisa berjalan dengan baik dan tidak ada keteledoran lagi seperti ini. “Terkait adanya pemanggilan pelaku coret – coretan tersebut saya belum dapat informasi, silakan tanya langsung dengan atasan,” ungkapnya.

Informasi yang berhasil dihimpun harian ini pelaku atas nama Muhammad Asrul Nizam, dia telah dipanggil oleh pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kerinci dan membuat surat pernyataan permohonan maaf kepada masyarakat Kerinci.

Adapun isi surat pernyataan adalah dirinya meminta maaf sebesar – besarnya kepada seluruh jajaran terutama Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci atas kelalaianya yang telah mengotori objek wisata Gunung Kerinci. Selain itu dia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kerinci.

Dirinya juga bersedia untuk menghapus dan menghilangkan semua jejak – jejak yang telah dia tinggalkan di jalur maupun di puncak gunung kerinci. (hen)

Ruangan komen telah ditutup.