UE Sarankan Pemda Tingkatkan Ekpor

Jambi, AP – Cadangan Devisa Indonesia saat ini terus mengalami penurunan. Pada akhir Juni 2018 terhitung mencapai sebesar USD 119.8, angka tersebut menurun pada Mei 2018 sebesar USD 122.8.

Mantan DPR RI Tiga Priode, Drs H. Usman Ermulan menilai turunya cadangan Devisa Indonesia disebabkan impor yang tidak sebanding dengan nilai Ekspor Indonesia sehingga Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit.

“Setiap hari mengalami penurunan, karena intervensi rupiah terhadap dollar, kalau tidak dollar akan melonjak,” ujarnya, saat dikomfirmasi, Selasa (17/07/2018).

Terkait hal itu, mantan Bupati Tanjabbar dua priode tersebut menyarankan kepada Pemerintah Daerah harus meningkatkan nilai ekpornya, minsalnya di daerah Jambi yang memiliki batu bara.

“Seperti Jambi, bagaimana sumbangsih kita terhadap Republik Indonesia ini, kita punya batubara, bagaimana kita meningkatkan ekspor supaya cadangan devisa kita bertambah, mau tidak mau kita harus meningkatkan nilai ekspor,” ujarnya.

Karna saat ini diakuinya, nilai exspor Jambi dari sektor batubara tidak lebih dari satu juta ton setiap bulannya, dengan nilai ekspor tersebut dinilai belum mampu menambah nilai bobot devisa Indonesia.

“Nilai ekspor kita harus ditingkatkan. Dari sektor batubara minimal perbulannya mencapai lima juta ton,” imbuhnya.

Dia menilai, untuk mencapai nilai ekspor lima juta ton perbulan Pemda setempat harus merubah jalur angkutan ekspor yaitu melalui jalur air, karena beban muatan melalui armada air atau ponton lebih besar dibandingkan ekspor melalui angkutan armada darat.

“Ekspor melalui jalur darat paling tinggi 10 ton perarmada. Pemerintah harus memikirkan itu lebih jauh kedepan, bukan dibangunnya jalan khsusus batubara, dari Sridadi menuju Tempino,” terangnya.

Dikatakannya, selain beban jalan yang tidak kuat, jalur darat hanya mampu menyelesaikan permasalahan kecil.

“Tetapi mereka masih akan menghadapi permasalahan besar ke arah tanjung lumut, kumpeh dan lainnya. Lihat masyarakat buat plang angkutan batubara dilarang melintas siang hari, harus malam hari. Masih nekat lewat berantem dengan rakyat,” jelasnya lagi.

Sementara itu, cost yang ditanggung lebih murah jika ekspor batu bara melalui jalur air dibandingkan jalur darat, pasalnya jika jalur air sekali angkut bisa mencapai 1000 hingga 1500 ton.

Untuk mempermudah akses melalui jalur air, Usman Ermulan menyarankan kepada Pemda melalui BWSS IV perwakilan Jambi agar menormalisasi sungai Batanghari.

“Dimana sungai batanghari yang dangkal itu dia keruk, dia dalami itu sungai batanghari, agar ponton bisa lewa,” sarannya. Budi

Ruangan komen telah ditutup.