Datang Kejambi, Warga Minta “Oleh-oleh” Ekonomi ke JK

Jambi, AP – Jusuf Kala (JK) Wakil Presiden RI berkunjung ke Jambi, dalam kunjungannya pada 4 agustus lalu JK mengisi kuliah umum dengan tema wawasan kebangsaan di Universitas Jambi, Mendalo, Kabupaten Muarojambi.

Dalam kunjungannya, juga sebagai pemangku kebijakan, masyarakat Jambi berharap JK dapat memberikan dampak postif terhadap kesejahteraan masyarakat Jambi, khususnya dibidang perekonomian masyarakat saat ini.

Pasalnya, beberapa harga komoditi unggulan rakyat Jambi seperti komoditi karet dan sawit terus mengalami penurunan. Permasalahan di sektor utama penghasilan rakyat Jambi juga menarik perhatian Ketua HKTI Provinsi Jambi, Drs. H. Usman Ermulan, MM.

“Pemerintah kurang maksimal dalam mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat Jambi, khususnya dalam meningkatkan ekonomi Petani,” sebut Usman.

Ia menyarankan kepada seluruh kepala pemerintah daerah (Pemda) untuk aktif menyampaikan setiap kondisi dan permasalahan yang tengah dihadapi di daerahnya masing-masing kepada pemangku kebijakan.

“Saya apresiasi dengan Presiden, karena pada Selasa tanggal 31 Juli kemarin telah memanggil para Bupati untuk menyampaikan setiap persoalan yang tengah dihadapi di daerah masing-masing,” katanya.

Menurut Usman Ermulan, yang lebih memahami persolan itu adalah kepala daerah, namun dia menekankan kepada pemerintah daerah agar dapat memberi solusi ekonomi rakyat yang berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya alam lainnya.

Apalagi saat ini, merosotnya harga komoditi juga diiringi oleh naiknya harga kebutuhan masyarakat sehari – hari, sehingga  nilai jual dan beli masyarakat tidak seimbang.

Sementara menurut Tokoh Masyarakat Jambi lainnya, Hatta Arifin berharap kunjungan JK ke Jambi menjadi “oleh-oleh” baik bagi masyarakat Jambi dalam kondisi keterpurukan ekonomi saat ini.

“Rakyat berharap dengan kunjungan JK ke Jambi dapat memberikan win-win solution bagi masyarakat Jambi, kita ketahui saat ini hasil komoditi para petani terus mengalami penurunan harga, seperti karet, sawit, pinang dan kopi,” ujarnya.

Dikatakannya, jika ditanya masyarakat Jambi masih makan atau tidak, tentu masih makan, akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya seperti biaya pendidikan dan kesehatanan tidak sebanding dengan kondisi ekonomi saat ini.

Hatta menilai saat ini Pemerintah Pusat maupun daerah terkesan tidak serius menanggapi permasaalahan ekonomi masyarakat, padahal katanya banyak solusi yang dibangun untuk meningkatkan penghasilan masyarkat.

“Jika diambil contoh dalam komoditi karet, masyarakat yang biasanya dalam satu hektar menghasilkan 10 kilogram karet, sebaiknya pemerintah memberikan solusi bagaimana caranya dengan luas yang sama bisa menghasilkan produksi yang lebih, sehingga kalau produksi meningkat, bisa menutupi harga karet yang jatuh bebas tadi,” paparnya. (Budi)

Ruangan komen telah ditutup.