Pasca Bentrok, Sejumlah Warga Masih Trauma

Kerinci, AP – Selain menyisakan puing-puing dan trauma yang mendalam, akibat kerusuhan antara warga Seleman dengan Pendung talang genting (Pentagen) Kerinci, hingga saat ini, masih ada beberapa sekolah yang masih diliburkan.

Bahkan informasi yang diterima, pihak kepolisian juga melakukan Police Line, terhadap Madrasah Aliah Negeri 3 (MAN) Pentagen.

Kepala desa Pentagen, Usman, saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan, meskipun sudah satu pekan perdamaian, Namun, masih ada beberapa warga yang masih trauma.

“Saat ini, masih ada warga yang trauma, sehingga masih memilih menetap di Masjid,” ujar Usman.

Terkait proses belajar mengajar kata Usman, beberapa Sekolah seperti TK, SD dan SMP sudah ada yang memulai proses belajar mengajar sejak Senin (06/08) kemarin. Sementara untuk MAN Pentagen, masih diliburkan belum ada Satupun siswa dan Guru yang masuk Sekolah. “Siswa TK, SD dan SMP sudah ado yang masuk Sekolah, kalau MAN belum,” ungkap Usman.

Sementara itu Firdaus, warga Pentagen dikonfirmasi mengatakan bahwa warga Pentagen saat ini meminta kepastian hukum kepada pihak Kepolisian. Pasalnya, pada waktu perdamaian, pihak Kepolisian berjanji dalam waktu 6 hari pelaku pembakaran dan penjarahan sudah diamankan.

“Kami minta, pelaku pembakaran rumah dan penjarahan segera diamankan. Karena, saat ini warga Pentagen takut untuk keluar Desa, sehingga semua pekerjaan menjadi terhambat,” bebernya.

Sementara itu Kasi Madrasah Kemenag Kerinci, Dafrisman, dikonfirmasi membenarkan bahwa saat ini MAN Pentagen masih di Police Line hingga waktu yang tidak ditentukan. Dikarenakan, masih menunggu kondisi di Desa Pentagen benar-benar kondusif, “Untuk memulai proses belajar mengajar, kita masih menunggu keputusan rapat masyarakat Desa Pentagen,” ujar Dafrisman.

Itupun sambung Dafrisman, seandainya sudah diperbolehkan untuk siswa mulai Sekolah. Hanya diperbolehkan untuk Siswa dari Desa Pentagen dan desa lainnya terlebih dahulu. Sementara untuk siswa Desa Seleman, sementara waktu belum diperbolehkan untuk pergi ke Sekolah.

“Untuk siswa dari Desa Seleman, menunggu suasana sudah benar-benar kondusif. Karena, takut kejadian serupa kembali terjadi,” tandasnya . (hen)

Ruangan komen telah ditutup.