Musim Penghujan di Jambi Mulai Oktober

Jambi, AP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi menyatakan musim penghujan 2018 di daerah itu baru akan terjadi pada bulan Oktober 2018.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Kurnia Ningsih, mengatakan meski saat ini atau awal September wilayah Jambi banyak hujan namun itu belum memasuki musim penghujan.

“Awal musim penghujan diprediksi baru akan terjadi pada bulan Oktober,” ujarnya, Rabu, (12/09).

Ia menambahkan saat ini memang terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, namun belum dikatakan musim penghujan.

Sebab diprediksi pada dasarian II September ini, kondisi di wilayah Jambi kata Kurnia Ningsih akan lebih kering (kemarau) dari awal September, setelah itu baru masuk musim penghujan.

Sebelumnya sejak tiga hari terakhir wilayah Jambi kerap diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di hampir seluruh wilayah Provinsi Jambi meski masih dalam kondisi musim kemarau.

Dalam keterangan BMKG pusat, bahwa berdasarkan pantauan dan analisis menunjukkan kondisi cuaca yang dipicu oleh adanya aktifitas fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rosby dan Kelvin Wave) yang cukup berkontribusi pada peningkatan kondisi udara basah.

Selain itu pelemahan aktifitas daerah tekanan tinggi di wilayah Australia cukup berdampak pada pengurangan aliran massa udara dingin dan kering, dimana kondisi tersebut dapat menyebabkan signifikansi konsentrasi udara basah di wilayah Indonesia.

Kemudian adanya pola sirkulasi siklonik di wilayah Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera dan belokan arah angin serta perlambatan kecepatan angin pada lapisan atmosfer bagian bawah (sekitar 1000 meter) yang mengakibatkan pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Sehingga kondisi dinamis atmosfer tersebut dapat meningkatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia. ant

Ruangan komen telah ditutup.