Demo Jokowi, Mahasiswa dan Polisi Dorong-Dorongan

Jambi, AP – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jambi (AMJ), kemarin Kamis (13/09), menggelar aksi mengkritisi pemerintah agar secepatnya melakukan stabilisasi ekonomi, bertanggungjawab atas reformasi hukum yang bebas korupsi dan mencabut Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing.

Kegiatan mahasiswa yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jambi itu berlangsung di kawasan persimpangan jalan depan Kantor Bank Indonesia Cabang Jambi, yang merupakan jalan utama di Telanaipura Kota Jambi.

Setelah melakukan orasi di lokasi pertama di persimpangan jalan itu, selanjutnya mahasiswa berjalan kaki menuju gedung DPRD Provinsi Jambi di Kompleks Perkantoran Gubernur Jambi yang berjarak sekitar 300 meter.

Sempat terjadi ketegangan dan saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di depan kantor DPRD setempat.

Hingga Kamis petang pukul 15.00 WIB, para mahasiswa masih bertahan di depan kantor DPRD Jambi. Aparat kepolisian juga dikerahkan untuk melakukan pengamanan di kawasan itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Demo ini sempat terjadi keributan antara mahasiswa dan salah satu anggota dewan DPRD Jambi. Di mana mereka meminta masuk ke dalam gedung dewan untuk meletakkan keranda jenazah dan boneka pocong di dalam gedung karena dianggap bertanggung jawab atas hukum yang bebas korupsi.

“Kita hanya ingin memasuki ke dalam gedung dewan ini. Apa tidak bisa, kita ini hanya ingin menyampaikan aspirasi kita. Apa gedung ini tidak diperbolehkan masuk. Kami ini juga rakyat, dan kami ingin menyampaikan aspirasi rakyat,” ujar mahasiswa yang menggelar aksi demo tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jambi AR. Syabandar menolak sekelompok mahasiswa masuk ke dalam gedung untuk menyampaikan aspirasi mereka. Sementara itu di dalam sedang berlangsungnya rapat Paripurna.

Sementara perwakilan mahasiswa diterima untuk melakukan audiensi dengan anggota dewan dan menyampaikan aspirasinya.

Inilah beberapa poin yang diminta sekelompok mahasiswa dalam aksi unjuk rasa kali ini :

  1. Mendesak pemerintah Jokowi-JK untuk secepatnya menstabilkan ekonomi bangsa.
  2. Meminta pemerintah Jokowi-JK untuk tanggungjawab atas reformasi hukum yang bebas korupsi
  3. Mendesak Jokowi-JK untuk mencabut Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing.

Apabila 3 poin itu tidak dipenuhi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya Aliansi Mahasiswa Jambi meminta Presiden dan wakil Presiden Jokowi-JK mundur dari kursi jabatannya. (tim)

Ruangan komen telah ditutup.