Pasca Pengrusakan, Ruangan Kabag Ekobang dan ULP  di Policeline

Kerinci, AP – Akibat Pengrusakan ruangan Kabag Ekobang dan ULP Kerinci, bakal berujung panjang. Pasalnya, saat ini ruangan Kabag Ekobang dan ULP Setda Kerinci, di Policeline.

Pantauan harian ini, hingga saat ini policeline masih melingkari ruang depan dari Kabag Ekobang dan ULP Setda Kabupaten Kerinci yang masih dalam kondisi rusak, dibagian kaca dan bagian dalam ruangan.

Menanggapi informasi tersebut, Kabag Ekobang dan ULP Setda Kerinci, Askar Jaya mengakui telah di Policelinenya ruangannya, namun dia secara pribadi tidak memperpanjang masalah tersebut, apalagi melaporkan pihak pengrusakan kantor miliknya.

“Ini kan hasil asset daerah, jadi tanggung jawab pemerintah. Saya sudah melaporkannya ke Asisten II dan III, saya tidak tahu kalau pak Asisten yang melaporkan ke Polisi,” ungkapnya.

Meski demikian, dia mengaku sangat menyayangkan pengrusakan fasilitas negara yang ada diruangannya. Padahal, pada dasarnya pihaknya tidak tahu akan permasalahan interent lelang, karena itu merupakan tugas dari Panitia ULP.

“Kalau masalah pemenang Tender proyek itu panitia ULP, kita hanya fasilitasi Administrasi saja. Semoga saja kedepannya tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,”harapnya.

Permasalahan yang terjadi yang berujung pada pengrusakan ruangannya, lanjut askar jaya merupakan dampak dari para kontraktor yang masih belum memahami aturan proses pelaksanaan lelang secara elektronik. Pelaksanaan lelang dengan LPSE dan ULP saat ini dilaksanakan secara elektronik dan singkron dengan pihak LKPP serta KPK, sehingga setiap proses dan hasil pelelangan diketahui keduanya.

“Kalau masalah ada kontraktor yang menang lelang, mungkin karena perusahaannya dinyatakan baik. Pihak panitia ULP tidak bisa berbuat banyak apalagi mengaturnya, lagian tidak ada aturan kalau setiap perusahaan hanya boleh menang satu tender,”terangnya.

Ditambahkannya, selain itu ada sejumlah kontraktor memprotes dirinya dan meminta dipertemukan dengan panitia lelang. Itu tidak bisa dilaksanakan, lantaran panitia lelang sendirinya dilindungi UU. Untuk hasil lelang proses dan pemenangnya ditetapkan oleh panitia lelang itu sendiri, tentunya didasarkan oleh verifikasi dan sesuai aturan.

“Aturan pelaksanaan lelang secara elektronik sangat penting diketahui kontraktor, agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti ini. Pemkab Kerinci sudah sering melaksanakan sosialisasi, tapi para kontraktor jarang mau hadir,” pungkasnya.(hen)

Ruangan komen telah ditutup.