UE Kembali Usulkan Pemprov Buat Jalur Alternatif Angkutan Batu Bara

Jambi, AP – Puluhan masa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jambi, nekat memblokir akses jalan Truk Batubara yang melintas, sekitar pukul 21.45 WIB, Senin (01/09) lalu.

Mereka menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi untuk menutup usaha  batubara. Dari Pantauan Aksi Post dilokasi, Para Pendemo nyaris adu jotos dengan warga setempat, kerena membuat jalan arus lalulintas mecat dan membuat resah.

Menurut salah satu pendemo yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan, HMI akan terus menyuarakan hal ini hingga pusat, agar persoalan ini tidak berlarut-larut, “Jika kedepan aturan tidak di tegakkan HMI akan membuat gerakan hingga ke pusat dan akan menggelar aksi lebih besar dari ini, kami mengecam aktifitas batubara yang ada di Provinsi Jambi,” ujar mahasiswa yang menggunakan kopiah berwarna hjau itu.

Sementara itu, tampak Petugas Kepolisian mengamankan dan mengatur lalulintas yang semakin padat dan semakin ramai karena warga berduyun duyun berdatangan kelokasi untuk melihat aksi tersebut.

Terkait Aksi demo dan pemblokiran jalan oleh puluhan HMI di kawasan Simpang Rimbo tersebut mendapat respon dari Drs. H. Usman Ermulan, MM (UE) mantan Anggota DPR RI tiga priode dan juga mantan Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat dua priode sekaligus tokoh masyarakat Jambi angkat suara.

Menurut Usman Ermulan, hal tersebut wajar dilakukan oleh masyarakat. Dia menilai ini sebagai bentuk kewajaran, “Masyarakat resah,” katanya.

Usman menyebutkan dari dulu sudah ingatkan pemerintah, tidak ada alasan tidak menggunakan alur sungai.

“Jalur darat tetap, dulu expor karet berton-ton melalui sungai, tidak ada masalah,” katanya.

jika persoalan pendangkalan sungai Batanghari yang jadi masalah, kenapa tidak mengajak pengusaha saling gotong royong menggali sungai tersebut. Katanya.

“Satu wilayah sungai Duren, ini pengusha yang menyelesaikan,  tidak ada yang tidak mungkin,” sambungnya.

Ini keresahan dari masyarakat,  yang tidak pernah diselelaikan, hal tersebut sudah sering ia ingatkan ke pemerintah agar cepat diselesaikan dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Lebih rinci, mantan anggota DPR RI ini mengatakan, penghasilan pengangukatan batubara melalui jalur darat menurutnya paling tinggi satu juta setengah ton perbulan, kalau melalui sungai bisa lebih dari itu.

Kenapa Mantan Anggota DPR RI ini ingin pengangkutan batubara melalui sungai selain jalur darat, menurutnya neraca perdanggan indonesia saat ini devisit, kalau melihat kesitu, eksposr harus ditingkatkan untuk rupiah jangan defresiasi, menurut Usman Ermulan, Jambi memiliki cadangan batu bara yang menjanjikan ini harus ditingkatkan agar dolar banyak masuk, mengakibatkan daya beli masyarakat timbul, sampai lima atau enam juta ton setiap bulan, itu menurutnya harus ditingktkan.

Persolan jalur sungai mungkin soal pendangkalan, ini harus disampaikan ke pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi untuk pengerukan sungai-sungai yang dangkal, ujarnya. (tim)

Ruangan komen telah ditutup.