Percepatan Ekonomi, Usman Dorong Pemprov Selesaikan Pelabuhan Ujung Jabung

Jambi, AP – Dalam upaya untuk memperlancar arus ekonomi di Jambi melalu jalur laut, Mantan Anggota DPR RI dari Jambi tiga periode, Drs H Usman Ermulan MM meminta Pemerintah untuk segera menuntaskan pembangunan pelabuhan Ujung Jabung.

Usman menilai, Pelabuhan Ujung Jabung sangat strategis menjadi pusat perdagangan serta memberikan kontribusi yang lebih nyata terhadap perekonomian masyarakat Jambi.

Untuk itu dia menegaskan kepada Pemerintah Daerah untuk lebih fokus terhadap percepatan penyelesaian pelabuhan Ujung Jabung dengan mendorong pemerintah pusat.

“Pelabuhan itu akan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat, Meski penyelesaiannya masih memerlukan waktu, Pemerintah Jambi harus memperjuang hingga selesai ke Pemerintah Pusat,” ujar Usman, Senin (8/10/2018)

Disamping itu pula, Mantan Bupati Tanjungjabung Barat dua periode ini juga mengharapkan pada Pemerintah Jambi untuk mengoptimalkan fungsi Sungai Batangahari sebagai jalur transportasi jalur air.

Karena diakuinya, Jalur transportasi sungai batanghari merupakan jawaban yang stragis untuk meningkatkan volume ekspor batubara, mengingat saat ini terhitung ekspor batubara melewati jalur darat tidak lebih dari dua juta ton perbulan.

Karena dia menilai, dampak sosial yang tejadi melalui jalur darat sangat tinggi, seperti terjadinya kemacetan maupun mengakibatkan tingginya terjadi lakalantas.

“Jika perlu ekspor sampai 10.000 ton walapun itu bertahap. Jambi memiliki banyak cadangan batubara untuk ekspor dalam meningkatkan pendapatan negara,” kata Staf Khusus Menteri Kepala Bappenas RI ini.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung, hingga bersamaan dengan penyelesaian akses jalan menuju pelabuhan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra mengatakan, pada pertemuan Pemerintah Jambi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan BPK-RI di Jakarta beberapa hari lalu, Pelabuhan Ujung Jabung tepatnya di Sungai Itik Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjungjabung Timur, itu disepakati bersama untuk dikembangkan sebagai pusat distribusi.

Diakui Varial, Pemerintah Jambi diminta untuk berkomitmen dan fokus terhadap percepatan penyelesaian pembebasan lahan jalan akses yang belum terselesaikan.

Serta pembangunan jalan akses menuju pelabuhan akan menjadi catatan Kementerian PUPR setelah pembebasan lahan untuk jalan akses pelabuhan selesai oleh Pemerintah Jambi.

“Pemerintah pusat akan mencari langkah-langkah alternatif penyelesaian jalan akses dan Pelabuhan Ujung Jabung sebelum 2021,” katanya.

Untuk diketahui, kawasan Pelabuhan Ujung Jabung itu dibangun di atas lahan seluas 4.200 hektare dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2021.

Kawasan tersebut juga sudah tetapkan sebagai kawasaan strategis yang dipertegas melalui Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jambi.

Pelabuhan Ujung Jabung itu digadang-gadang menjadi kawasan ekonomi terpadu yang dapat menopang ekonomi strategis daerah berupa pertanian, perkebunan dan pertambangan/migas. (Bdh)

Ruangan komen telah ditutup.