Pangdam II/SWJ Monitor Pos Pemantau dan Pengendali Bencana

Jambi, AP – TNI  AD sebagai satuan yang diberi tugas untuk memadamkan dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) khususnya di jajaran Korem 042/Gapu Jambi saat ini telah dilengkapi dengan alat pemantau kebakaran melalui satelit.

Hal itu ditandai dengan diresmikannya ruang posko pemantauan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di dalam Gedung Utama Korem 042/Gapu oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jendral TNI Irwan, Kamis (16/05).

“Posko ini gunanya untuk memantau, mengendalikan situasi wilayah bencana alam, seperti karhutla, banjir dan lainnya,” ujar Irwan kepada sejumlah media.

Dikatakannya, dari posko itu bisa mengetahui dan mengantisipasi kemungkinan apa yang terjadi di wilayah Jambi seperti bencana alam seperti angin kencang, banjir serta mendeteksi titik-titik api atau kemungkinan bencana lainnya.

Begitupun Irwan berharap dengan adanya alat pantau melalui satelit itu bisa memberikan kontribusi yang lebih terhadap anggota satuan dalam menjalankan tugasnya, terutama untuk mendeteksi dan mengendalian berbagai bencana di wilayah Jambi.

“Sehingga kita antisifasi lebih awal, kita bisa memberi tahu masyarakat lebih awal sistem pemberitaunya lewat satelit itu, karena memang bencana itu susah diprediksi,” urainya.

Tidak itu saja, pada kesempatan itu Pangdam yang didampingi Danrem 042/Gapu Kolonel Elphis Rudi serta para Dandim dan prajurit lainnya juga meresmikan Media Center Korem 042/Gapu serta meninjau gedung balai prajurit yang lagi sedang direnovasi.

Kemudian dia berharap dengan adanya media center tersebut dapat dimanfaatkan oleh para rekan media dalam memberikan kontribusi. “Media center itu sebagai tempat berkumpulnya para rekan wartawan sehingga bisa berdiskusi apa saja dengan baik. Manfaatkan untuk kebersamaan wartawan Jambi,” harap Pangdam.

Begitupun dikatakannya Gedung prajurit yang saat ini tengah direnovasi adalah dalam rangka memberikan kenyamanan bagi prajurit. “Manfaatkan untuk kegiatan pengarahan dan kegiatan lainnya termasuk digunakan untuk masyarakat atau kebutuhan sosial lainya,” tukas Irwan. (Budi)

Ruangan komen telah ditutup.