Parit Panting Masih Andalan Sumber Air PDAM

Kualatungkal, AP—PDAM Tirta Pengabuan masih mengandalkan air baku dari Parit Panting untuk menyalurkan ke pelanggan. Hanya sebagian kecil pelanggan di Tebing Tinggi yang menikmati dari air baku Teluk Pengkah, yang digelontorkan dari mega proyek air bersih.
Kecamatan terdekat dari Tebing Tinggi, yaitu Senyerang justru belum menikmati aliran air bersih dari Teluk Pengkah, yang menghabiskan dana ratusan miliar rupiah.
Haidir, warga Senyerang menuturkan, warga di Kecamatan Senyerang, masih mengandalkan air bor dan hujan untuk MCK.
“Boster memang ada dibangun dekat Kanal 16. Warga yang dekat dari Parit Daud sendiri saja belum menikmati air bersih yang dari Teluk Pengkah,” ujar Haidir.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Pengabuan, Ustayadi Barlian mengatakan, ada 8.500 pelanggan di Tanjabbar yang sebagian besar ada di Kecamatan Tungkal Ilir dan Bram Itam.
Air yang dialirkan ke pelanggan di dalam kota dan sekitarnya masih mengandalkan air baku dari Parit Panting (eks proyek air bersih zaman Usman Ermulan).
“Untuk Tebing Tinggi ada 500 pelanggan, itu memang dari Teluk Pengkah,” kata Ustayadi.
Secara teknis, pihaknya masih menunggu kesiapan dari Dinas PUPR. “Katanya ada pipa yang bocor, nanti untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan ke pihak PUPR,” ujar Ustayadi.
Dari data yang diperoleh, sejak tahun 1978 pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung (belum pemekaran) telah menggelontorkan dana air bersih. Saat itu digelontorkan proyek air bersih (PAB) yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum. Saat itu, sumber air berasal dari Parit II, Desa Betara Kanan.
Oleh Pemerintah daerah, proyek ini dikelola dan akhirnya berubah nama menjadi PDAM Tirta Pengabuan.
Ditahun 2007, pemerintah Daerah Kabupaten Tanjab Barat mengadakan proyek air bersih dengan nama Intake. Proyek intake ini menelan dana puluhan miliar. Pada 2009, proyek multiyears digelontorkan, dengan anggaran mencapai Rp 300 miliar.
Di era Usman – Katamso, digelontorkan lagi proyek peningkatan air bersih di Bram Itam dilanjutkan dengan pemasangan pipa dalam kota (sebagian) dengan biaya mencapai lebih Rp 100 miliar.
Dua tahun terakhir (2017-2018), kembali digelontorkan lagi pembangunan sarana air bersih di Tebing Tinggi dan revitalisasi air bersih ke Bram Itam, dengan total hampir Rp 120 miliar, ditambah pemasangan pipa dalam kota (lanjutan) hampir Rp 10 miliar. Jika ditotalkan, anggaran air bersih yang tersedot untuk Kabupaten Tanjabbar lebih dari Rp 600 miliar.(It)

Ruangan komen telah ditutup.