Kreatif, Pembagian Daging Qurban di Tunas Kubung Menggunakan Rotan

Muarasabak,AP – Pembagian Daging Qurban di RT 06 Tunas Kubung, Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat dinilai kreatif. Pasalnya, pihak panitia membuat ide pembagiannya menggunakan sebilah rotan yang ditusuk ke daging. Hal ini dilakukan, untuk mengendalikan sampah plastik disaat perayaan Idul Adha 1440 Hijriah tahun 2019 Masehi.

Dari pantauan aksipost.com diarea pembagian daging Qurban tersebut, pihak panitia tampak kompak dan berbagi tugas dalam pendistribusiannya. Ada yang memotong, mengiris, menimbang, membagi dan mengemas menjadi satu dengan canda tawanya.

Dari sebanyak 2 Sapi dan 2 Kambing yang disembelih, disiapkan 185 bilah rotan untuk dikemaskan ke daging Qurban tersebut.

Menanggapi hal ini, Fajar Alamsyah selaku Kabag Humas Setda Tanjabtim yang sekaligus panitia hewan Qurban di RT 06 Tunas Kubung memaparkan, penggunaan rotan dalam pembagian daging Qurban ini sebagai bentuk kepedulian dalam pengurangan sampah plastik dan merupakan langkah untuk menindaklanjuti himbauan dari Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya yang diteruskan melalui himbauan Bupati Tanjung Jabung Timur.

Kemudian ia mengajak, kepada seluruh masyarakat di bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung untuk bersama sama mengurangi sampah plastik dan menggunakan pembungkus yang ramah lingkungan. Ia beranggap, Sampah plastik tersebut bisa berdampak buruk bagi lingkungan, karena sifat plastik itu memang susah diurai oleh tanah, meskipun sudah tertimbun bertahun-tahun.

Ia menjelaskan bahwa, plastik tersebut baru bisa diuraikan oleh tanah setidaknya setelah tertimbun selama 200 hingga 400 tahun lamanya. Bahkan sebuah penelitian yang menyebutkan kalau sampah plastik bisa terurai dalam kurun waktu 1000 tahun.

“Proses lama terurai inilah yang kemudian mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan, sehingga dapat menyebabkan berkurang tingkat manfaat dan kesuburannya,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan proses yang susah diuraikan tersebut, sampah plastik juga dapat membunuh sang pengurai tanah. Sehingga wajar saja apabila tingkat kesuburan yang dimiliki tanah bisa berkurang. Dan dengan mengetahui fakta ini, alangkah baiknya selaku masyarakat Indonesia menyadari bahwa penggunaan plastik sebenarnya tidak baik secara berlebihan dalam penggunaannya.

“Karena itu, jangan lupa untuk tidak membuang sampah secara sembarangan, termasuk sampah plastik,” lanjutnya. “Mari kita sama-sama mengurangi penggunaan bahan plastik sekali pakai, kalau bukan kita yang mulai siapa lagi,” pungkas.

Penulis : Hipni

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.