Gubernur Jambi : Kurban Momentum Ketaatan, Hidup Tertib dan Ikhlas

Jambi, AP – Gubernur Jambi H Fachrori Umar menegaskan berkurban pada Hari Raya Idul Adha merupakan momentum ketaatan, hidup tertib dan ikhlas seseorang yang harus diaplikasikan dalam aktivitas serta kehidupan sehari-hari.

Hal itu diungkapkan oleh gubernur saat mengikuti Shalat Idul Adha di Mesjid Raya Al Fallah atau Mesjid Seribu Tiang di Kota Jambi, Minggu.

Pada kesempatan itu Gubernur Jambi Fachrori Umar mengajak seluruh umat untuk bersama-sama membangun Provinsi Jambi.

Ia menyebutkan Pemerintah Provinsi Jambi sedang giat-giatnya melakukan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Jambi dan pembangunan tersebut membutuhkan dukungan dari masyarakat.

Fachrori menjelaskan, melalui momentum Idul Adha, dirinya mengajak semua pihak agar memiliki tekad untuk bekerja lebih Tertib, Unggul, Nyaman, Tangguh, Adil, dan Sejahtera (TUNTAS), sesuai dengan visi pembangunan Provinsi Jambi 2016-2021, dengan efektivitas dan efisiensi yang tinggi dan tidak lepas dari rela berkurban.

“Pemerintah terus melakukan upaya untuk mengentaskan kemiskinan sesuai dengan visi Jambi TUNTAS dengan berupaya meningkatkan SDM Provinsi Jambi yang terdidik, sehat dan berbudaya serta agamis. Untuk itu, seluruh jajaran pemerintah Provinsi Jambi diharapkan dapat bekerja dengan ikhlas dan bekerja lebih keras, lebih tertib dan bersungguh sungguh dalam melayani masyarakat,” kata Fachrori.

Fachrori mengatakan, Idul Adha, memiliki makna keikhlasan untuk berbagi. Idul Adha merupakan manifestasi dari ketulusan berkorban dan kerendahan hati untuk melakukan refleksi historis dalam mengenang perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail.

“Selain sebagai bentuk ketaatan, ibadah kurban juga menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali rasa empati, dimana kita rela menyisihkan harta yang kita miliki untuk berbagi. Dengan saling berbagi antara mereka yang kaya memberikan kepada yang berkekurangan, sehingga akan tercipta kesejahteraan masyarakat,” katanya menjelaskan.

Makna kedua Idul Adha, lanjut Fachrori, meneladani sosok seperti Nabi Ismail yang tanpa keraguan mengorbankan diri untuk berkurban. Pengorbanan ini akan mendekatkan diri kepada Allah dan sesama, dengan pengorbanan akan menghilangkan kesenjangan antara kaya dan miskin sehingga tercipta tolong menolong yang akan berdampak pada kedamaian.

“Jika kita sadari, perintah untuk saling berbagi dan membantu tidak lain adalah cara nyata manusia untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki. Sebagai makhluk sosial, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam hidup, manusia pasti membutuhkan pertolongan orang lain. Penting kiranya selalu kita tumbuh kembangkan sikap saling menyayangi dan menghormati antar sesama. Inilah makna utama dari Hari Raya Idul Adha,” ujarnya.

Dalam shalat Idul Adha di masjid seribu tiang Kota Jambi itu, bertindak sebagai imam yakni Imam Buchori Al Hafizh, khatib H.Hasan Basri Husin dan bilal Ustad M.Yani.

Usai shalat, pengurus Masjid Agung Al-Falah membacakan orang-orang yang memberikan kurban. Gubernur Jambi juga memberikan secara simbolis satu ekor sapi kurban kepada pengurus Masjid Agung Al-Falah Jambi, sembari berpesan bahwa yang mendapatkan daging kurban adalah orang-orang yang benar-benar layak mendapatkannya. ran

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.