Masyarakat Nipah Panjang Keluhkan Air PAM Tidak Mengalir

Muarasabak,AP – Masyarakat Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) keluhkan air PAM sudah 10 hari tidak mengalir. Padahal kebutuhan air ini, merupakan kebutuhan vital warga untuk mandi, mencuci dan lain sebagainya.

Menanggapi hal ini, Muhammad Tahang selaku Ketua KAHMI Tanjabtim membenarkan, dan ia mengatakan, sejak musim kemarau sampai saat ini sudah 10 hari air PAM tidak mengalir. Akibatnya, untuk mencuci dan mandi, dirinya sekeluarga terpaksalah ambil air sungai walaupun airnya payau atau asin. “Ya terpaksa, karena tidak ada jalan lain,” katanya.

Kemudian ia menjelaskan, meskipun biasanya air PAM tersebut mengalir satu kali sehari sekira pukul 17.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, itu sudah sangat membantu untuk keperluan sehari-hari. Karena ini tidak mengalir sama sekali, membuat warga kebingungan untuk mencari air yang layak pakai.

Ia berharap, akan ada solusi terkait hal ini. Karena semua masyarakat sangat membutuhkan air bersih tersebut. “Setidaknya air bisa mengalir secara rutin. Meskipun itu siang atau malam. Apalagi saat ini lampu tidak normal hidupnya. Berdampak kepada air PAM yang tergantung dengan PLN,” harapnya.

Lain halnya dengan sapaan Wak Roni yang tinggal dibelakang Kantor Koramil. Dirinya mengatakan, kalau air ditempatnya saat ini mengalir seperti biasa. Meskipun mengalir hanya satu kali sehari ketika malam hari.

Meskipun demikian, dirinya juga berharap kepada Pemerintah agar air PAM di Nipah Panjang bisa mengalir seperti halnya di Kecamatan Rantau Rasau. “Disana airnya mengalir siang malam, kok ditempat kami air mengalir hanya malam saja, itupun hanya beberapa jam saja,” kesalnya.

Ia meminta, agar aliran pipa yang menuju ke Nipah Panjang dapat dipisahkan dengan Kecamatan Rantau Rasau, karena ia beranggap hal itu penyebab tidak lancarnya pasokan air di Kecamatan Nipah Panjang.

Menanggapi keluhan ini, Camat Nipah Panjang Helmy Agustinius angkat bicara, ia mengatakan kalau keluhan ini sudah berkali kali disampaikan kepada Kepala SPAM. Dan alasannya debit air penampungan di SK 22 terlalu kecil. Kedepannya, pihak Perkim akan membuat penampungan yang lebih besar.

“Kita selaku Camat akan mendesak pihak Perkim, karna ini keluhan masyarakat banyak. Dan kalau bisa saya minta jadwal penampungan itu jangan sore saja. Kalau bisa satu hari dua kali,” cetus Camat, Kamis (15/8) siang.

“Harapan saya, agar tidak tergantung pada Rantau Rasau lagi. Akibatnya, masyarakat ada yang tidak terlayani, debit air terbatas. Bahkan seminggu ini sudah tiga kali saya mengontek (menghubungi) Kepala SPAM terkait hal ini,” pungkasnya.

Reporter : Sugianto

Editor : Hipni

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.