Musim Kemarau, Konsumsi Air Galon di Nipah Panjang Meningkat

Muarasabak,AP – Musim kemarau ditahun 2019 ini menjadi momok bagi Warga Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Hal ini dikarenakan masyarakat kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan kondisi seperti ini pula, memaksa warga harus mengeluarkan kocek untuk membeli air isi ulang. 

Seperti yang dilakoni oleh Yasmin warga RT 01 Kelurahan Nipah Panjang ll, sejak kemarau melanda, dirinya dan keluarga harus mengeluarkan kocek yang lebih besar untuk membeli air isi ulang. Jika harga satu galon air isi ulang tersebut seharga Rp.6000 pergalon, bayangkan kalau keluarganya bisa menghabiskan sampai tiga galon sehari. Berarti ia selaku Kepala Keluarga terpaksa mengeluarkan kocek sebesar 18 ribu perhari.

Hal senada juga dikatakan oleh Muhammad Tahang warga RT.02 RW.05, sejak masuk musim kemarau ditahun ini, keluarganya juga terpaksa membeli air galon. Dan dalam sehari, ia bersama keluarga bisa menghabiskan air dua galon. Bayangkan kalau harga air ditempat tinggalnya seharga 10 ribu pergalon. Berarti ia harus mengeluarkan 20 ribu perhari.

Dan parahnya lagi, sejak musim kemarau sampai saat ini sudah 10 hari air PAM didaerahnya tidak mengalir, sehingga untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian memakai air sungai, walaupun air payau dan terkadang asin.

Ia berharap, agar Pemerintah setempat dapat memberikan bantuan pasokan air bersih dengan menggunakan mobil tangki kesetiap RT. Karena pasokan air bersih ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jika ini dilakukan, bisa mengurangi beban masyarakat terhadap kebutuhan air bersih.

Ia menceritakan, dengan keadaan musim kemarau saat ini, membuat penghasilan masyarakat yang sebagai nelayan dan kebun kelapa menjadi tidak menentu atau menjanjikan, sementara kebutuhan sehari-hari makin besar. Untuk itu lah bantuan itu sangat dibutuhkan.

Sementara itu, Camat Nipah Panjang Helmy Agustinius saat dikonfirmasi mengatakan, untuk mengantisipasi hal ini dirinya akan berkordinasi dengan pihak Kabupaten dan Dinas Perkim. Setidaknya air bersih tersebut bisa keliling menggunakan mobil tangki seminggu dua kali.

“Kita akan kordinasi lebihlanjut seperti apa nantinya. Apakah ada langkah langkah lain untuk mempersiapkan air bersih, itu nanti akan kita pelajari dengan pihak terkait. Tetap kita kordinasikan dengan pihak Kabupaten. Yang penting kita memberikan penjelasan kepada masyarakat agar berhati hati menggunakan air isi ulang. Sebaiknya sebelum diminum lebih baik dimasak dulu. Karena musim kemarau ini rentan dengan penyakit Diare dan ISPA,” katanya.

“Insyaallah kalau memang kemarau nya sangat memprihatinkan, kita akan duduk bersama ulama ulama dan para tokoh masyarakat untuk mengadaka sholat Istiqosah,” pungkasnya.

Reporter : Sugianto
Editor : Hipni

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.