Tuntut Penangan Karhutla, Mahasiswa Unbari Geruduk Kantor DPRD Propinsi Jambi

Aksi Post.com- Merasa prihatin dengan bencana kabut asap yang terus melanda sejumlah wilayah Propinsi Jambi, puluhan Mahasiswa Universitas Batanghari Kamis 19/9 geruduk kantor DPRD Provinsi Jambi.Kehadiran puluhan mahasiswa kampus hijau itu menuntut pemerintah serius menangani kabut asap yang terus menerus mengancam kesehatan masyarakat Jambi.

Aksi unjuk rasa mahasiswa ini bertitik tolak dari Simpang BI Telanai long Mach menuju Gedung DPRD Propinsi jambi.Kedatangan pengunjuk rasa itu disambut oleh anggota Dewan untuk menyampaikan aspirasi massa.

Ardi, salah satu orator dalam orasinya menilai pemerintah gagal menangani karhutla, sehingga kejadian ini terus terulang di setiap tahunnya. Pihaknya juga menyayangkan apa yang terjadi di Jambi terkait kabut asap.

“Siapa yang harus disalahkan? Siapa yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban? Kemana peran pemerintah terkait kebakaran hutan dan lahan?,” ucap sang pengunjuk rasa

“Ada ribuan hektar lahan perusahaan yang terbakar di Provinsi Jambi dan pagi ini kualitas udara menjadi sangat berbahaya,” kata Dodi Saputra, Korlap aksi.

Massa aksi juga menyataan ketidak percayaan terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam penanganan Karhutla dan kabut asap. Dikatakan pendemo, soal Karhutla ini sebenarnya menjadi prioritas pada tahun 2015, sayangnya tahun ini kejadian serupa terualang kembali.

“Komitmen Gubernur Jambi omong kosong, yang menyatakan tangani Karhutla,” kata pendemo.

Massa juga membawa empat tuntutan dalam aksinya. Mahasiswa pengunjuk rasa mendesak Gubernur Jambi menuntut perusahaan yang bahan konstruksinya terbakar. Mereka juga mendesak Mendesak aparat hukum usut tuntas mafia karhutla.

Selain menilai bahwa Pemerintah Daerah telah gagal dalam menangani Karhutla, pendemo mendesak Pemprov untuk menggratiskan fasilitas kesehatan kepada korban dampak kabut asap.

Mereka menilai pemerintah provinsi tetap tidak peduli dengan penderitaan rakyat jika dalam waktu satu minggu ke depan Pemprov tidak menggratiskan fasilitas kesehatan bagi korban dampak kabut asap. (Rul)

Ruangan komen telah ditutup.