Cabuli Bocah 9 Tahun,Warga Di Maro Sebo Ulu Di Ringkus Polisi

Aksi Post.com- Warga salah satu desa di Kecamatan Maro Sebo Ulu,Kabupaten Batanghari Jambi,berhasil dibekuk tim s
Satreskrim Polres Batanghari 25/9. Pasalnya bapak paruh baya inisial F(45) tega mencabuli anak tirinya sendiri DS yang masih berusia 9 Tahun.

Entah apa yang merasuki fikiran bejad F (45) hingga tega mencabuli anak tirinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar hingga menggagahi korban sebanyak 4 kali di kediamannya sendiri.

Berdasarkan data yang diterima Aksi Post.com, aksi bejad pelaku terjadi pada hari Rabu (25/9/2019) dini hari sekira pukul 01.00 WIB di dalam kamar korban saat korban tengah tertidur pulas.

Berbekal laporan keluarga DS (korban-red) dengan laporan Polisi Nomor: LP/B-29/IX/2019/SPK/RES BT. Hari ,tanggal 25 September 2019,Tim Satreskrim Polres Batanghari dibantu Unit Reskrim Polsek Maro Sebo Ulu berhasil mengamankan Pelaku tanpa perlawan pada hari Rabu 29/9.

“Iya, kita telah mengamankan tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umur. Dan semua perbuatan tersebut diakui oleh tersangka,” kata Kasat Reskrim IPTU Orivan Irnanda, Sabtu (28/9).

Dihadapan Polisi pelaku mengakui Saat menjalankan aksinya tersebut, pelaku menggunakan kain sarung tanpa menggunakan celana dalam.Pada seketika itu pelaku mendatangi korban di kamar tidurnya yang sedang tertidur pulas dengan membuka celana korban.

“Setelah membuka celana korban,pelaku langgsung menggesakan kemaluannya ke kemaluan korban hingga mengeluarkan sperma dan pelaku langsung mengelap sperma dengan kain yang digunakannya”Ungkap Mantan Kapolsek Maro Sebo Ilir ini.

Dijelaskannya,Perbuatan tersebut berlangsung hingga Empat kali dilakukan oleh tersangka kepada korban. Satu diantaranya dilakukan oleh pelaku saat pagi hari sekira pukul 08.00 WIB di depan ruangan TV.

Selain mengamankan tersangka Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti tindakan kejahatan yang dilakukan oleh tersangka, berupa Satu kain sarung milik tersangka dan Satu buah celana dalam milik korban.

“Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 82 ayat (1).(2). Jo pasal 76e UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.(Sup)

Ruangan komen telah ditutup.