Raider 142/KJ Tangkap Tangan Pelaku Pembakar Lahan dan Pembalak Liar

 

Jambi, AP — Tim Raider 142/Kesatria Jaya (KJ), Jambi berhasil menangkap tangan 3 orang pelaku terduga pembakaran lahan dan pembalak liar di kawasan perbatasan Desa Pematangraman, Kabupaten Muarojambi, Jambi dengan Musibanyuasin (Muba), Sumatra Selatan, Rabu (2/10/2019).

Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) Kolonel Arh Elphis Rudy saat ditemui mengakui adanya penangkapan 3 orang pelaku terduga pembakaran lahan dan pembalak liar.

“Ketiganya ini adalah orang Kerinci, Medan dan Sumatra Selatan. Mereka ditangkap oleh tim Raider 142/Kesatria Jaya di perbatasan Desa Pematangraman, Kabupaten Muarojambi, Jambi dengan Muba, Sumatra Selatan, tadi siang (Rabu),” ungkapnya.

Menurutnya, tidak mudah untuk menangkap pelaku yang tidak bertanggung jawa ini. Pasalnya, anggota Raider harus berhari-hari mengintainya.

“Lebih dari 5 hari lah mengintainya. Karena, petugas menunggu bunyi chansaw (mesin gergaji) mereka bunyi baru bergerak. Kalau berhenti, tim juga berhenti,” tutur Elphis.

Diakuinya, untuk masuk ke lokasi, jajarannya harus lewat daerah Muba karena termasuk lokasi terdekat dari lokasi pembalakan liar dan pembakaran lahan.

“Selain menebang kayu, mereka ini juga membakar lahan yang diduga untuk membuka lahan perkebunan baru,” ujarnya.

Terungkapnya kasus ini, bermula dari kecurigaan Danrem. Pasalnya, melalui data yang didapatinya titik api selalu bertambah, padahal api yang dipadamkan petugas sudah tidak ada lagi

“Titik api dari kebakaran lahan sudah bisa dipadamkan, tapi titik-titik api lainya selalu bertambah. Makanya, kita libatkan tim Raider untuk mengungkapkannya,” tegas Danrem.

Dia juga mengakui, membawa ketiga pelaku harus menggunakan pesawat heli milik KLHK. Ini bukan tanpa alasan. “Kita dapat informasi bila lewat darat akan ada warga yang menghadangnya. Pas kebetulan, tim KLHK lagi mantau kawasan karhutla di Jambi dan Muba. Jadi bisa digunakan untuk mengangkut pelaku ke Jambi,” tukasnya.

Guna penanganan lebih lanjut, saat ini ketiga pelaku yang belum diketahui identitasnya masih diperiksa tim KLHK dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. (Budi)

Ruangan komen telah ditutup.