Puluhan Alumni Ponpes Dampingi Ustadz PH Kembalikan Formulir Pendaftaran Ke Gerindra

Aksi Post.com- Ustadz Parlindungan Hasibuan(PH) Kamis 14/11 bersama Puluhan Alumni Pondok Pesantren Zulhijjah dan anggota Komunitas mobile mendatangi kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Batanghari.

Kehadiran Ketua Komisi fatwa Majelis Ulama Kabupaten Batanghari ini dalam rangka mengembalikan berkas formulir pendaftaran penjaringan bakal calon Wakil Bupati Batanghari pada pilkada 2020. Kehadiran Ustad PH disambut oleh Panitia penjaringan Cakada dan jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Sekira pukul 14.30 WIB.

Dikatakan ustadz PH ,secara kepartaian dirinya mendapat dorongan dan restu dari pimpinan DPD Partai Gerindra Propinsi Jambi untuk diusung mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Batanghari pada pilkada 2020.

” Sebagai dewan penasehat DPC Partai Gerindra Batanghari dan selaku kader partai,saya diusung untuk maju dalam kontestasi politik pilkada 2020. Berbekal pondasi agama serta dukungan dan do’a para santri,alumni dan tokoh agama menambah keyakinan saya untuk bertarung dalam kontestasi politik, nantinya”Ungkap PH.

Lebih lanjut disampaikan Wakil Pimpinan Ponpes Zulhijjah Muara Bulian ini, dukungan para tokoh agama terus mengalir kepada dirinya sejak diketahui dirinya mengambil formulir pendaftaran.

” Alhamdulillah dukungan para tokoh agama hingga hari ini terus mengalir, hal ini diluar dugaan saya. Mohon Do’anya para Santri,alumni,para tokoh agama dan seluruh Masyarakat Batanghari,dengan Bismillah saya melangkah dalam pertarungan politik untuk Kabupaten Batanghari lebih baik,”tuturnya.

Sementara itu Ketua DPC Partai Gerindra ketika dikonfirmasi,mendukung penuh pencalon Ustadz PH sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Batanghari pada pemilihan kepala daerah tahun 2020 yang diketahui satu satunya kader partai yang diusung.

” Selaku ketua DPC Partai Gerindra, sudah merupakan kewajiban dalam partai untuk berjuang memenangkan seorang kader Partai yang usung untuk mencalonkan diri dalam hajat pilkada 2020 nantinya,”Ucapnya(Sup)

Ruangan komen telah ditutup.