• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Januari 9, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Penggunaan Dana Desa Diduga Diselewengkan

Pemkab Tanjabtim Tak Sepakat Dana Desa Dihapuskan

27 Juli 2020
in DAERAH

TANJABTIMUR, AP – Isu akan dihapuskannya dana desa menjadi hangat diperbincangkan akhir-akhir ini. Jika itu benar terjadi maka tiga desa di Tanjungjabung Timur akan menjadi semakin sulit.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tanjab Timur, Berilyan mengatakan belum mengetahui persis terkait isu tersebut.

Berita Lainnya

Puji Sikap Kadis PUTR Batang Hari, Pengamat Sebut Pejabat Tak Boleh Sembarangan Buka Dokumen

Berkah Petani Tanjabtim, Bulog Segera Bangun Gudang Lengkap

Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi, Momentum Perkuat Kolaborasi Menuju Jambi MANTAP

“Kita tidak bisa mengatakan sepakat atau tidak sepakat dengan penghapusan anggaran DD (dana desa) tadi. Pasalnya saat ini masih banyak Desa yang membutuhkan anggaran, terutama dalam hal pembangunan,” katanya, Senin (27/7).

Sejauh ini kata dia perkembangan desa sangat tertinggal di Tanjab Timur mengalami penurunan. Tercatat hingga saat ini di Kabupaten Tanjab Timur hanya menyisakan beberapa Desa yang tertinggal. Dengan demikian, indeks pembangunan Desa di Tanjab Timur mulai menunjukan tren peningkatan, terutama dalam penanganan Desa sangat tertinggal.

Sementara itu, Kepala Bapeda Tanjab Timur Ali Fahrudin mengatakan untuk data desa sangat terpencil (tertinggal) di Tanjab Timur tercatat sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 ini hanya tinggal tiga desa.

“Ketiga desa tersebut ada di Kecamatan Sadu, yakni Desa Sungai Cemara, Desa Labuhan Pering dan Desa Sungai Benuh,” tuturnya.

Kecamatan Sadu sendiri merupakan Kecamatan paling ujung di kabupaten termuda di Provinsi Jambi dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan. “Kalau kito nyebutnya desa terpencil, tapi kalo di Kemendes istilah tertinggal untuk sebutan daerah (kabupaten). Jadi intinya sangat tertinggal dan terpencil sama saja,” pungkasnya. (Hifni)

ShareTweetSend
Previous Post

Pemasangan Bendera Merah Putih Wajib Dari 1 Agustus

Next Post

CJH Sungai Penuh Belum Ada Tarik Setoran Haji

Related Posts

Puji Sikap Kadis PUTR Batang Hari, Pengamat Sebut Pejabat Tak Boleh Sembarangan Buka Dokumen

Puji Sikap Kadis PUTR Batang Hari, Pengamat Sebut Pejabat Tak Boleh Sembarangan Buka Dokumen

8 Januari 2026
Bupati Tak Ingin Dengar ASN Tanjabtim Pindah dengan Bermacam Alasan

Berkah Petani Tanjabtim, Bulog Segera Bangun Gudang Lengkap

6 Januari 2026
Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi, Momentum Perkuat Kolaborasi Menuju Jambi MANTAP

Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi, Momentum Perkuat Kolaborasi Menuju Jambi MANTAP

6 Januari 2026
Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban

Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban

5 Januari 2026
Fadhil Arief Lepas Keberangkatan Kafilah Kabupaten Batang Hari

Sebentar Lagi Batang Hari Punya Sekda Definitif, Mula Rambe Tertinggi

2 Januari 2026
Kementerian ESDM, SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Pulau Sumatera

Kementerian ESDM, SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Pulau Sumatera

18 Desember 2025
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In