• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Januari 9, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Nelayan Tungkal Pilih Nguli Bangunan, Ada Apa Gerangan?

Perahu nelayan di Tanjung Jabung Barat/ant

Nelayan Tungkal Pilih Nguli Bangunan, Ada Apa Gerangan?

2 Mei 2020
in DAERAH

JAMBI, AP – Penutupan penerbangan komersil dari Bandara Sultan Thaha dan juga bandara lainnya berimbas kepada distribusi ikan para nelayan di Tanjung Jabung  Barat (Tanjabbar). Ikan sudah tidak dapat dijual, sehingga nelayan terpaksa berhenti melaut dan memilih bekerja serabutan termasuk kuli bangunan.

“Sudah satu pekan lebih kita berhenti melaut, karena gudang-gudang penampung hasil nelayan tidak ada yang beroperasi karena tidak bisa mengirim ikan yang biasanya menggunakan penerbangan. Penerbangan penumpang kan ditutup,” kata nelayan, Effendy, Jumat (1/5).

Berita Lainnya

Puji Sikap Kadis PUTR Batang Hari, Pengamat Sebut Pejabat Tak Boleh Sembarangan Buka Dokumen

Berkah Petani Tanjabtim, Bulog Segera Bangun Gudang Lengkap

Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi, Momentum Perkuat Kolaborasi Menuju Jambi MANTAP

Dijelaskannya, gudang-gudang yang menerima hasil laut para nelayan di daerah itu tutup karena tidak bisa mengirimkan hasil laut. Hal tersebut disebabkan oleh tidak beroperasinya penerbangan komersil di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi menyusul kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan RI untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Sementara,  penampung hasil laut nelayan di daerah itu memanfaatkan jasa penerbangan komersil tersebut untuk mengirimkan hasil lautnya ke daerah-daerah distribusi. Akibatnya mereka tidak melaut, nelayan di daerah itu terpaksa merubah mata pencaharian untuk sementara waktu karena banyak kebutuhan yang harus dipenuhi di Bulan Ramadhan ini dan persiapan untuk menyambut hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Ada yang jadi buruh bangunan, ada yang jadi buruh panen kelapa dan pinang, macam-macam pokoknya yang penting saat ini ada penghasilan,” kata Effendy.

Meski demikian, masih ada sejumlah nelayan yang pergi ke laut karena tidak memiliki mata pencarian sampingan. Namun nelayan-nelayan tersebut terpaksa merubah hasil tangkapan, yang semula pergi ke laut untuk menjaring udang belalang, berubah menjaring ikan.

Hal senada turut di sampaikan oleh nelayan lainnya, Yasir bapak lima anak tersebut terpaksa bekerja menjadi buruh lepas di pabrik kelapa karena sebagai seorang nelayan tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk saat ini kita kerja jadi pengupas kelapa di pabrik kelapa,” kata Yasir.

Namun tidak semua bisa bekerja menjadi buruh lepas di pabrik kelapa, sebab pabrik-pabrik tersebut sebelumnya juga sudah memiliki pekerja harian dan buruh lepas. (Ant)

ShareTweetSend
Previous Post

Petani Papua Terima BLT, Jambi Kapan?

Next Post

34 Karyawan PT Sampoerna Positif Corona

Related Posts

Puji Sikap Kadis PUTR Batang Hari, Pengamat Sebut Pejabat Tak Boleh Sembarangan Buka Dokumen

Puji Sikap Kadis PUTR Batang Hari, Pengamat Sebut Pejabat Tak Boleh Sembarangan Buka Dokumen

8 Januari 2026
Bupati Tak Ingin Dengar ASN Tanjabtim Pindah dengan Bermacam Alasan

Berkah Petani Tanjabtim, Bulog Segera Bangun Gudang Lengkap

6 Januari 2026
Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi, Momentum Perkuat Kolaborasi Menuju Jambi MANTAP

Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi, Momentum Perkuat Kolaborasi Menuju Jambi MANTAP

6 Januari 2026
Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban

Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban

5 Januari 2026
Fadhil Arief Lepas Keberangkatan Kafilah Kabupaten Batang Hari

Sebentar Lagi Batang Hari Punya Sekda Definitif, Mula Rambe Tertinggi

2 Januari 2026
Kementerian ESDM, SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Pulau Sumatera

Kementerian ESDM, SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Pulau Sumatera

18 Desember 2025
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In