• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Maret 17, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Politikus Ikan Lele Mau Ubah Demokrasi Jadi Monokrasi

Politikus Ikan Lele Mau Ubah Demokrasi Jadi Monokrasi

6 Agustus 2021
in DEMOKRASI

JAKARTA – PP Muhammadiyah menyerukan semua pihak mewaspadai politikus ikan lele, yang dinilai kerap memperkeruh suasana di tengah masa pandemi.

Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno menyebut para politikus ikan lele bahkan ingin mengubah demokrasi.

Berita Lainnya

Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

Waka DPRD Ivan Wirata Sebut Banyak Potensi Perlu Digarap untuk PAD Jambi

Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

“Seruan yang arif dan dijiwai semangat kebersamaan dan pencerahan. Kami mendukung (Muhammadiyah) dan bersama-sama segenap komponen bangsa siap untuk mempersempit ruang gerak ‘politisi ikan lele’ tersebut,” kata Hendrawan, Jumat (6/8/2021).

Hendrawan lantas menjelaskan lebih lanjut terkait politikus ikan lele sebagai pihak yang ingin terus-menerus bertikai dan menebar benih pertikaian hingga tidak ingin suasana teduh.

Menurutnya, para politikus ikan lele ini bahkan hendak mengubah demokrasi di Indonesia.

“Politisi yang suka memecah belah, membuat suasana teduh menjadi keruh, yang suka menebar benih-benih pertikaian, bertentangan dengan semangat kita untuk membangun solidaritas nasional, dan disiplin sosial dalam rangka mempercepat penyelesaian masalah-masalah sosial yang kita hadapi. Apa pun langkah yang kita lakukan dilihat sisi buruknya. Demokrasi mau diubah jadi monokrasi,” jelasnya.

Kemudian Hendrawan menyampaikan cara melawan politikus ikan lele. Dia menyebut caranya adalah dengan memberikan informasi akurat sehingga kecerdasan kolektif masyarakat terhadap persoalan sosial-politik meningkat.

“Kita harus terus-menerus memberikan informasi yang akurat agar literasi masyarakat terhadap persoalan-persoalan sosial-politik meningkat. Kecerdasan kolektif masyarakat akan melelehkan bara dan berahi kekuasaan politisi ikan lele ini,” ucapnya.

Sebelumnya, istilah ‘politikus ikan lele’ itu diungkapkan oleh Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Dia mengutip istilah itu dari Buya Syafii Maarif.

Menurutnya, sifat politikus ikan lele senang memperkeruh suasana dan mengadu domba di masa pandemi COVID-19. Itulah yang harus diwaspadai.

“Saya menyebut politisi ini tidak selalu mereka yang menjadi pengurus partai politik, tetapi orang yang pikirannya selalu mengaitkan berbagai keadaan itu dengan politik, berbagai persoalan dipolitisasi,” kata Mu’ti.

“Politisi ikan lele itu adalah politisi yang semakin keruh airnya maka dia itu semakin menikmati kehidupannya sehingga karena itu sekarang ini banyak sekali orang yang berusaha memancing di air keruh dan banyak orang yang tidak sekadar memancing di air keruh, tapi juga memperkeruh suasana,” sambung Mu’ti.

Mu’ti menjelaskan politikus ikan lele adalah mereka yang bersikap partisan dan menggunakan popularitasnya sebagai pendengung.

Di setiap kelompok partisan tersebut, Mu’ti menengarai selalu ada beberapa orang yang mengambil peran sebagai politikus ikan lele.

“Misalnya banyak yang mengaitkan dengan teori-teori konspirasi yang mengatakan bahwa COVID ini adalah buatan China, dan ini adalah cara China melumpuhkan Indonesia dan sebagainya. Saya kira pandangan-pandangan spekulatif itu tidak dapat kita benarkan tapi itu juga berseliweran di masyarakat sehingga dalam keadaan yang serba sulit seperti sekarang ini ada kelompok-kelompok tertentu yang saya pinjam istilahnya Buya Syafii Maarif itu seperti politisi ikan lele,” jelas Mu’ti.

ShareTweetSend
Previous Post

Wakil Bupati Meninggal Dunia, Sekda Sebut Belum Divaksin Karena..

Next Post

Hati-Hati Yah Pak Jokowi, Anda Bisa Lengser

Related Posts

Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

16 Maret 2026
Waka DPRD Ivan Wirata Sebut Banyak Potensi Perlu Digarap untuk PAD Jambi

Waka DPRD Ivan Wirata Sebut Banyak Potensi Perlu Digarap untuk PAD Jambi

15 Maret 2026
Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

12 Maret 2026
Perkuat Kebijakan Riset dan Kekayaan Intelektual, Komisi I DPRD Jambi Kunjungi Balitbangda Jawa Barat

Perkuat Kebijakan Riset dan Kekayaan Intelektual, Komisi I DPRD Jambi Kunjungi Balitbangda Jawa Barat

4 Maret 2026
DPRD Pastikan Polemik Zona Merah sampai ke Kementerian ATR/BPN

DPRD Pastikan Polemik Zona Merah sampai ke Kementerian ATR/BPN

27 Februari 2026
RDP Bersama Bank Jambi dan OJK, Ketua DPRD Kemas Faried: Tidak Boleh Lupa

RDP Bersama Bank Jambi dan OJK, Ketua DPRD Kemas Faried: Tidak Boleh Lupa

26 Februari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In