Jambi – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi menggelar rapat perdana pasca kedua kubu menjadi satu komando yang solid.
Rapat berlangsung di Sekretariat HKTI di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, belum lama ini, dihadiri Ketua HKTI Provinsi Jambi, Dr. H. Sutan Adil Hendra (SAH), Ketua Dewan Penasihat Drs. H. Usman Ermulan M.M, Ketua Harian Tagor Mulia Nasution, para wakil ketua, Budiyako, Aidil Putra, Bahari, Indra Lesmana, Masturo, dan lain-lain.
HKTI Provinsi Jambi berkomitmen untuk membawa harapan baru bagi jutaan petani di daerah Provinsi Jambi. Salah satu fokus utama akan segera ditindaklanjuti permasalahan harga komoditas pertanian, khususnya kentang yang menjadi komoditas unggulan dari Kabupaten Kerinci.
“Kentang dibeli dari pengepul hanya Rp4 ribu per kilo, biasanya harganya Rp8 ribu. Di sini saja (Kota Jambi) sudah Rp13 ribu. Nah ini perlu dijembatani, suatu perjuangan dari HKTI,” ujar Ketua Dewan Penasihat HKTI Provinsi Jambi Drs. H. Usman Ermulan M.M.
Menurut mantan Bupati Tanjung Jabung Barat dua periode itu, HKTI memiliki peran sentral sebagai wujud perwakilan dan pembela kepentingan para petani.
“Siapa lagi yang akan bela petani kalau bukan HKTI. Kita tidak bisa tinggal diam melihat para petani kita susah payah menghasilkan komoditas berkualitas,” tegas Usman Ermulan
Ketua IKAL Lemhannas Jambi ini juga menyampaikan dalam rapat tersebut telah diterima laporan terkait upaya dilakukan melalui koperasi merah putih yang beroperasi di sekitar kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, sebagai salah satu langkah awal untuk mengelola dan mengakses pasar bagi produk pertanian lokal.
“Bila perlu modalnya kita patungan untuk dipasarkan ke Kota Jambi, bahkan bila perlu pasarnya juga sampai Batam lewat pelabuhan RoRo Kuala Tungkal, agar harga kentang bisa naik. Setidaknya naik dari harga yang terjadi sekarang, sehingga ada gairah petani dan membantu petani untuk terus meningkatkan produksi,” kata Usman, mantan anggota DPR RI yang begitu matang selama tiga periode di komisi keuangan, perbankan, dan perencanaan nasional.
(Den)








