JAMBI – Sejumlah harga bahan pangan di Provinsi Jambi terpantau mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 13 Maret 2026 menunjukkan adanya tren kenaikan pada beberapa komoditas utama.
Berdasarkan data tersebut, dari 16 komoditas yang dipantau, sebanyak 7 komoditas mengalami kenaikan harga dan 2 komoditas mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah keriting yang naik sebesar 5,09 persen atau sekitar Rp1.910 menjadi Rp39.455 per kilogram.
Selain itu, harga daging sapi paha belakang juga mengalami kenaikan menjadi Rp142.500 per kilogram. Komoditas lain yang turut naik yakni bawang merah sebesar 1,72 persen menjadi Rp30.470 per kilogram serta daging ayam ras yang naik tipis 0,23 persen menjadi Rp39.985 per kilogram.
Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, di antaranya beras medium yang turun 0,91 persen menjadi Rp13.267 per kilogram serta minyak goreng curah yang turun 0,41 persen menjadi Rp17.291 per liter. Untuk komoditas lain seperti minyak goreng kemasan Minyakita dan gula pasir terpantau relatif stabil.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menilai tren kenaikan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri harus segera diantisipasi oleh pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan.
Menurut Ivan Wirata, meskipun sebagian komoditas masih stabil, kenaikan pada sejumlah bahan pokok seperti cabai dan daging perlu mendapatkan perhatian serius agar tidak memicu lonjakan harga yang lebih tinggi menjelang hari raya.
“Kita melihat ada tren kenaikan pada beberapa komoditas utama. Ini harus menjadi perhatian serius. TPID bersama Satgas Pangan perlu segera mengambil langkah konkret untuk melakukan intervensi pasar, terutama pada komoditas cabai dan daging,” ujar Ivan Wirata.
Ia menegaskan, koordinasi antar instansi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga di pasar. Pemerintah daerah, distributor, hingga pihak terkait harus bersinergi untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar.
Selain itu, Ivan juga mengingatkan agar upaya stabilisasi harga dilakukan sejak dini mengingat biasanya permintaan masyarakat akan meningkat menjelang Idul Fitri.
“Kita tidak ingin mendekati H-7 Lebaran terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali. Karena itu langkah antisipasi harus dilakukan dari sekarang, baik melalui operasi pasar, penguatan distribusi, maupun pengawasan terhadap potensi penimbunan barang,” tegasnya.
Di sisi lain, Ivan Wirata juga mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan di pasar.
“Stok pangan sebenarnya masih mencukupi. Jadi masyarakat tidak perlu panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan agar kondisi pasar tetap stabil. Pagi ini, saya akan turun ke pasar tradisional cek langsung harga dan dengarkan keluhan pembeli dan pedagang. Biar sinkron, kita tidak hanya menerima laporan semata, tapi langsung ke lapangan,” pungkasnya. **








