Jambi – Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Jambi, Muhammad Fadhil Arief, mendapatkan satu ilmu di hari raya Idul Fitri 1447/2026.
Hal tersebut Fadhil sampaikan dihadapan Ketum PPP Mardiono dalam acara Musyawarah Cabang PPP se Provinsi Jambi berlangsung di Resort Rumah Kito pada Sabtu malam, 28 Maret 2026. Mardiono hadir secara virtual.
“Bahwa setiap kelebihan yang kita punya pasti ada kekurangan yang dimiliki orang lain. Kelebihan itu secara komprehensif, bisa lebih tenaga, pikiran, rejeki atau kekayaan. Kelebihan itu harus kita salurkan kepada orang yang kurang. Bersama PPP, kita sama-sama niatkan bahwa kelebihan kita miliki harus mendatangkan manfaat bagi orang lain. Kita yakin dan percaya salah satu bentuk implementasi kita sebagai khalifah yang hadir di dunia ini, melalui musyawarah cabang dengan niat baik,,” ucap Fadhil.
Hal tersebut ia tekankan bagi kadernya ingin maju ke pemilihan legislatif dan kepala daerah. Dengan melihat potensi suara, manfaat, dan memimpin.
“Setelah dilihat potensinya, baru melihat niat dan tindak-tanduknya. Jangan pernah kita selalu membanggakan masa lalu kita, karena kita hidup di masa sekarang dan masa depan. Tidak bisa kita melihat masa lalu, pemilih bergeser generasi, kita pun bergeser. Dulu kita muda menjadi tua. Kawan-kawan sebagai umat islam yang baik, kita diperintahkan selalu beradaptasi dengan zaman. Alquran tidak pernah ketinggalan zaman dan Alquran membimbing kita sampai akhir zaman tapi bagaimana koridor diberikan. Jangan sampai hal kita yakini tidak dilaksanakan dengan baik,” kata Bupati Batang Hari dua periode ini.
Fadhil mengajak seluruh kader PPP di Provinsi Jambi untuk semakin memperkuat sinergi antar cabang. Menurutnya, kerja sama yang solid akan menjadi pondasi utama dalam mewujudkan program-program partai yang bertumpu pada kesejahteraan rakyat.
“Pilihlah pengurus sesuai dengan kebutuhan zaman. Pilihlah pengurus sesuai dengan kearifan lokal kita. Karena kita tahu di Jambi ini Kabupaten Kota memiliki karakteristik dan tipologi yang berbeda-beda. Sesuaikan. Tidak ada lagi saat untuk kita terpecah belah,” tegas Fadhil.
Fadhil sebut jadikan PPP dalam rangka melatih diri untuk menjadi orang baik. Nabi Muhammad mengatakan orang yang baik itu yang pertama pasti takwani. Kemudian orang yang baik, pasti orang yang ingin hidup bermanfaat bagi orang lain.
“Melalui PPP, kita ingin menjadi khalifah yang baik,” ucap Fadhil. (Dani)








