Jambi – Kenaikan tarif tiket transportasi darat untuk rute Jambi – Kerinci dan sebaliknya menjelang serta pasca masa mudik Lebaran tampaknya telah menjadi fenomena tahunan.
Lonjakan harga itu tidak hanya terjadi semata-mata karena terbatasnya jumlah kursi atau kuota kendaraan yang tidak sebanding dengan tingginya permintaan masyarakat, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.
Salah satu penyebab utamanya adalah biaya operasional cenderung meningkat drastis, apalagi dengan kenaikan harga orderdil atau komponen pendukung lainnya.
Selain itu, para sopir biasanya tiba di tujuan baik dari Kerinci maupun Jambi sekitar pukul 06.00 pagi, seharusnya sudah bisa beristirahat, namun pada masa puncak arus mudik dan balik, mereka harus menyisihkan waktu lebih banyak untuk persiapan keberangkatan sekitar pukul 19.00.
Rutinitas padat mencakup mengantri untuk pengisian BBM, membersihkan kabin kendaraan, hingga melakukan pengecekan teknis ringan, sebelum akhirnya mereka bisa beristirahat sejenak sebelum kembali bertugas.
Dari sisi armada, umumnya loket resmi yang memiliki izin operasional memilih menggunakan kendaraan tipe Toyota Hiace. Pemilihan unit ini bukan tanpa alasan, melainkan karena Hiace menawarkan kombinasi terbaik antara kapasitas, kenyamanan, hingga kemudahan dalam bermanuver di medan jalan yang berkelok dan terjal menuju wilayah Kerinci.
Untuk memberikan pengalaman perjalanan lebih premium, unit Hiace bawaan pabrik awalnya memiliki kapasitas standar 16 penumpang kemudian dimodifikasi secara khusus. Demi kenyamanan maksimal, konfigurasi kursi diubah menjadi reclining seat dengan bantalan jok yang empuk, sehingga kapasitas penumpang dikurangi menjadi hanya 10 orang. Demi memberikan ruang kaki jauh lebih lega dan bebas.
Selain penataan tempat duduk, berbagai peningkatan fasilitas juga dilakukan. Sistem pendingin udara (AC) dimodifikasi agar suhu lebih dingin dan merata ke seluruh sudut kabin. Setiap baris kursi juga dilengkapi dengan colokan pengisian baterai handphone agar penumpang tetap terhubung selama perjalanan.
Tak kalah penting, pemasangan peredam suara berlapis dilakukan di bagian lantai, dinding, hingga atap kendaraan, menciptakan suasana kabin yang sangat tenang dan bebas kebisingan.
Dari sisi keselamatan, kendaraan sudah dilengkapi dengan fitur canggih seperti Anti-lock Braking System (ABS) dan Brake Assist (BA), serta sabuk pengaman tipe 3-Point untuk seluruh penumpang. Untuk menunjang kestabilan dan daya tahan terhadap beban berat di jalanan pegunungan, dilakukan pula penggantian suspensi menjadi tipe heavy duty, penambahan stabilizer, hingga upgrade velg yang lebih kokoh.
Semua aspek ditawarkan sebagai nilai lebih, lengkap dengan pelayanan antar-jemput penumpang langsung ke alamat, menjadikan perjalanan jauh menuju atau dari Kerinci terasa lebih mewah, aman, dan nyaman.
Kenaikan tarif beberapa waktu lalu itu ditetapkan oleh para pemilik jasa angkutan melalui mekanisme pasar, tidak diatur ketat oleh pemerintah. Kenaikan Rp30 ribu, dari Rp250 ribu menjadi Rp280 ribu.
Walaupun tarif yang ditetapkan pemerintah biasanya hanya berlaku untuk kelas ekonomi, yang memang memiliki regulasi harga yang berbeda dan tidak sepenuhnya mencerminkan layanan premium yang ditawarkan oleh travel Hiace ini.
Sebenarnya, jika ditelisik lebih jauh, dengan mengedepankan pilar keamanan dan dengan memberikan kenyamanan untuk rute terjal Kerinci. Jarak tempuh sejauh 10 jam lamanya, lebih murah dibandingkan dengan tarif rute lain yang tidak memiliki kesulitan medan dan jarak tempuh lebih pendek.
Bahkan ada pula, sebagai wujud kepedulian perusahaan, khususnya kepada mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Jambi, disediakan potongan harga khusus atau diskon sebesar 20 persen.
“Dengan menunjukkan kartu mahasiswa yang masih berlaku, ” kata petugas Safa Marwa.**








