• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Senin, Maret 2, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Cabai Jadi Konsumsi Favorit, Sehari Habiskan 40 Ton

Cabai Jadi Konsumsi Favorit, Sehari Habiskan 40 Ton

15 Desember 2016
in DAERAH

Jambi, AP – Cabai sepertinya bukan hanya kebutuhan bagi masyarakat Provinsi Jambi, namun juga sajian favorit yang harus tersedia. Buktinya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi mencatat konsumsi cabai di Provinsi Jambi capai 35 sampai 40 ton perhari. Khusus di Kota Jambi saja, konsumsi cabai merah tercatat 20 ton perhari.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Propinsi Jambi, Filda Deviarni, melalui Kasi Bina usaha dan Distribusi, M. Zaini menyebutkan, guna memenuhi konsumsi cabai merah, Disperindag terpaksa mendatangkan cabai dari Jawa sekitar 20 ton perhari.

Berita Lainnya

Safari Ramadhan di Pamenang, Gubernur Al Haris Ajak Perkuat Akhlak dan Peran Keluarga

Setahun Dillah – Muslimin Pimpin Tanjabtim, Simak Prestasinya?

Jaga Keamanan Pangan, Karantina Jambi Rutin Lakukan Pengawasan

“Cabai lokal membantu sekitar 30 persen pemenuhan konsumsi. Kita tidak menampik kalau cabai lokal ini menyumbang ketahanan pangan, kalau tidak ada cabai lokal tidak akan cukup, karena kebutuhan kita bisa dikatakan besar,” kata Zaini.

Dalam kondisi sekarang ini, lanjut Zaini para pedagang lebih mengandalkan pasokan cabai lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar. Harga cabai sekarang ini sudah berangsur turun dari sebelumnya Rp. 70 ribu menjadi Rp. 50 ribu per kilonya.

“Kenaikan harga ini disebabkan karena sepanjang tahun ini terjadi anomali cuaca seperti eL Nino, sudah itu ada lagi La Nina,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain anomali cuaca, dampak banjir juga membuat lahan pertanian terendam dan petani cabai gagal panen. “Kita mau menekan harga ke Rp 30 ribu saja susah. Antisipasinya kalau sudah kritis ya pemerintah lakukan Impor,” tandasnya. met

ShareTweetSend
Previous Post

Polisi Tangkap Terduga Penipu Penjualan Tanah

Next Post

Jadi Penadah Emas Ilegal Pemuda Ditangkap

Related Posts

Safari Ramadhan di Pamenang, Gubernur Al Haris Ajak Perkuat Akhlak dan Peran Keluarga

Safari Ramadhan di Pamenang, Gubernur Al Haris Ajak Perkuat Akhlak dan Peran Keluarga

28 Februari 2026
Setahun Dillah – Muslimin Pimpin Tanjabtim, Simak Prestasinya?

Setahun Dillah – Muslimin Pimpin Tanjabtim, Simak Prestasinya?

27 Februari 2026
Jaga Keamanan Pangan, Karantina Jambi Rutin Lakukan Pengawasan

Jaga Keamanan Pangan, Karantina Jambi Rutin Lakukan Pengawasan

27 Februari 2026
Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

24 Februari 2026
Rembuk Warga RT 20 Kenali Besar Bentuk Pokja Kampung Bahagia, Prioritaskan CCTV dan Drainase

Rembuk Warga RT 20 Kenali Besar Bentuk Pokja Kampung Bahagia, Prioritaskan CCTV dan Drainase

18 Februari 2026
500 PAUD Hadiri Edukasi Tanam Jagung di Poktan Kasturi

500 PAUD Hadiri Edukasi Tanam Jagung di Poktan Kasturi

13 Februari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In