• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, April 4, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Cabai Jadi Konsumsi Favorit, Sehari Habiskan 40 Ton

Cabai Jadi Konsumsi Favorit, Sehari Habiskan 40 Ton

15 Desember 2016
in DAERAH

Jambi, AP – Cabai sepertinya bukan hanya kebutuhan bagi masyarakat Provinsi Jambi, namun juga sajian favorit yang harus tersedia. Buktinya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi mencatat konsumsi cabai di Provinsi Jambi capai 35 sampai 40 ton perhari. Khusus di Kota Jambi saja, konsumsi cabai merah tercatat 20 ton perhari.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Propinsi Jambi, Filda Deviarni, melalui Kasi Bina usaha dan Distribusi, M. Zaini menyebutkan, guna memenuhi konsumsi cabai merah, Disperindag terpaksa mendatangkan cabai dari Jawa sekitar 20 ton perhari.

Berita Lainnya

Muscab PPP Jambi, Fadhil Arief Minta Jangan Ada Beruk Tunggal dalam Pengurus

Gubernur Jambi Minta ASN Bekerja Maksimal Hadapi Tantangan Global

Fadhil Arief Temui Al Haris di Lebaran Pertama

“Cabai lokal membantu sekitar 30 persen pemenuhan konsumsi. Kita tidak menampik kalau cabai lokal ini menyumbang ketahanan pangan, kalau tidak ada cabai lokal tidak akan cukup, karena kebutuhan kita bisa dikatakan besar,” kata Zaini.

Dalam kondisi sekarang ini, lanjut Zaini para pedagang lebih mengandalkan pasokan cabai lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar. Harga cabai sekarang ini sudah berangsur turun dari sebelumnya Rp. 70 ribu menjadi Rp. 50 ribu per kilonya.

“Kenaikan harga ini disebabkan karena sepanjang tahun ini terjadi anomali cuaca seperti eL Nino, sudah itu ada lagi La Nina,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain anomali cuaca, dampak banjir juga membuat lahan pertanian terendam dan petani cabai gagal panen. “Kita mau menekan harga ke Rp 30 ribu saja susah. Antisipasinya kalau sudah kritis ya pemerintah lakukan Impor,” tandasnya. met

ShareTweetSend
Previous Post

Polisi Tangkap Terduga Penipu Penjualan Tanah

Next Post

Jadi Penadah Emas Ilegal Pemuda Ditangkap

Related Posts

Muscab PPP Jambi, Fadhil Arief Minta Jangan Ada Beruk Tunggal dalam Pengurus

Muscab PPP Jambi, Fadhil Arief Minta Jangan Ada Beruk Tunggal dalam Pengurus

30 Maret 2026
Gubernur Jambi Minta ASN Bekerja Maksimal Hadapi Tantangan Global

Gubernur Jambi Minta ASN Bekerja Maksimal Hadapi Tantangan Global

30 Maret 2026
Fadhil Arief Temui Al Haris di Lebaran Pertama

Fadhil Arief Temui Al Haris di Lebaran Pertama

21 Maret 2026
Jalan Simpang Mersam Dilintasi Excavator, Sekarang Rusak 30 Meter, Kadis PUTR Batang Hari Naik Darah

Jalan Simpang Mersam Dilintasi Excavator, Sekarang Rusak 30 Meter, Kadis PUTR Batang Hari Naik Darah

13 Maret 2026
Gubernur Al Haris Buka Puasa Bersama Warga Sekitar Rumah Dinas

Gubernur Al Haris Buka Puasa Bersama Warga Sekitar Rumah Dinas

12 Maret 2026
Putusan Hakim PN Bulian: Aset Tanah Milik Fadhil Arief, Bukan BMD Batang Hari

Putusan Hakim PN Bulian: Aset Tanah Milik Fadhil Arief, Bukan BMD Batang Hari

12 Maret 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In