• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Senin, September 1, 2025
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Aneh, Seorang Ibu Mengandung Bayi Mumi

Bayi Mumi Diawetkan

8 Maret 2017
in DAERAH

Jambi, AP – Bayi yang dilahirkan seorang perempuan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher akhirnya diawetkan untuk keperluan dunia pendidikan, ketua Tim Medis Operasi pengangkatan bayi tersebut, dr Pariyanto, mengatakan berdasarkan diskusi bersama sang ibu dan keluarga, bayi yang sudah membatu karena sudah 37 tahun berada dalam kandungan itu diamanahkan untuk disimpan pihak rumah sakit.

“Ini kejadian langka, dan rumah sakit sudah dapat izin dari keluarga yang mengamanahkan untuk di simpan/diawetkan yang kegunaannya untuk dunia pendidikan,” katanya.

Berita Lainnya

Dalam Sehari, Bupati Batang Hari Borong 2 Penghargaan Bergengsi

BAZNAS Indonesia Beri Fadhil Arief Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat

Mantap Kali Lah! Uang Rp24 Miliar Demi Timbun Tanah Pembangunan Stadion Jambi Swarnabhumi

Paryanto menjelaskan, kejadian ini merupakan kejadian langka. Dimana di seluruh dunia baru ditemukan 300 kasus dan di Jambi adalah kasus kali pertama.

Sebab itu, amanah sang ibu yang sudah berusia 60 tahun itu dinilai sangat bermanfaat untuk penelitian.

Apalagi banyak dokter-dokter muda yang belum mengetahui bentuk bayi yang sudah membatu.

Menurutnya, fenomena ini terjadi ketiga sperma gagal kembali ke rahim, namun biasanya sel telur tetap berkembang di perut atau di luar rahim.

Tapi kasus kali ini yakni gagalnya sperma kembali ke rahim dan anehnya malah menempel di penggantung rahim dan sembunyi di belakang rahim.

“Akibat kurangnya makanan, bayi tersebut akhirnya mengecil dan mengeras hingga membatu. Kesulitan operasi karena posisi bayi berada di belakang rahim. Ini fenomena tidak lazim,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur RSUD Raden Mattaher, dr Iwan membenarkan bahwa bayi yang sudah membatu itu diserahkan ke rumah sakit.

Iwan menjelaskan bayi sudah menjadi mumi dan membatu itu diangkat dari perut sang ibu melalui proses operasi di Kamar Operasi RSUD Raden Mattaher Jambi.

“Pasien ditangani oleh dr Paryanto Spog. Operasi berlangsung sekitar 2,5 jam, pada Senin (6/3) kemarin,” ujarnya.

Bayi yang sudah membatu itu disinyalir dokter berada di dalam perut sang ibu selama 37 tahun.

“Waktu dikeluarkan, bayinya sudah membatu karena terlalu lama dalam kandungan, bayi itu mengalami mumifikasi atau menjadi mumi,” kata Iwan menjelaskan.

Iwan menambahkan peristiwa bayi menjadi mumi dan membatu adalah momen langka di dunia.

Peristiwa ini disebut litopedion atau bayi batu dan ditemukan 300 kasus dalam 400 tahun terakhir.

Peristiwa langka ini diketahui setelah sang ibu memeriksakan diri ke dokter. Anehnya keluhan yang diderita perempuan itu hanya sulit buang air besar (BAB) selama bertahun-tahun.

Saat diperiksa, ditemukan benjolan pada perut bawah sang ibu dan dugaan semula adalah tumor, namun setelah dianalisa tim dokter ternyata ada bayi di dalamnya perut pasien sehingga dilakukanlah operasi dan tim medis berhasil mengangkat bayi tersebut.

Namun sayangnya, sang ibu dan keluarga belum bersedia diminta keterangan.

Informasi awal perempuan tersebut beralamat di Kelurahan Sridadi, Kabupaten Batanghari. Dia hanya memiliki satu anak laki-laki yang berusia 39 tahun.

Setelah kejadian atau sekitar setengah jam kemudian puluhan petugas dari Basarnas, BPBD dan kepolisian membantu melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Baganpete.

Pencarian dilakukan dengan menggunakan peralatan selam dan perahu karet namun sampai saat ini, korban belum juga ditemukan sehingga pencarian masih terus dilakukan.

Dalam dua pekan terakhir, intensitas hujan di Kota Jambi cukup tinggi sehingga air di sungai yang melintas di tengah Kota Jambi, meluap. ran

ShareTweetSend
Previous Post

Puluhan Burung Migran Mati, Warga Khawatir Virus

Next Post

Ada Makna Dibalik Nama Dugaan Korupsi e-KTP

Related Posts

Dalam Sehari, Bupati Batang Hari Borong 2 Penghargaan Bergengsi

Dalam Sehari, Bupati Batang Hari Borong 2 Penghargaan Bergengsi

29 Agustus 2025
BAZNAS Indonesia Beri Fadhil Arief Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat

BAZNAS Indonesia Beri Fadhil Arief Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat

28 Agustus 2025
Mantap Kali Lah! Uang Rp24 Miliar Demi Timbun Tanah Pembangunan Stadion Jambi Swarnabhumi

Mantap Kali Lah! Uang Rp24 Miliar Demi Timbun Tanah Pembangunan Stadion Jambi Swarnabhumi

27 Agustus 2025
Fadhil Arief: Kita Ubah Remaja Setelah Tamat Sekolah, Jangan Gengsi 

Batang Hari Jadi Daerah Pertama di Provinsi Jambi Bentuk TTIS, Al Haris Sebut Mantap, Amir Hamzah Bilang Komitmen Bupati

27 Agustus 2025
Pemkot akan Tambah Pos Pemadam dan Armada Penanggulangan Bencana

Pemkot akan Tambah Pos Pemadam dan Armada Penanggulangan Bencana

27 Agustus 2025
JambiKota-CSIRT Siap Cegah dan Tangani Ancaman Siber

JambiKota-CSIRT Siap Cegah dan Tangani Ancaman Siber

26 Agustus 2025
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In