• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Januari 7, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
18 Harimau Mati Akibat Dijerat

18 Harimau Mati Akibat Dijerat

30 Juli 2017
in DAERAH

Jambi, AP – Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi mencatat, dalam kurun waktu delapan tahun (2009-2016) sebanyak 18 ekor Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) mati akibat dijerat dan ditangkap pemburu liar.

“Dalam kurun waktu tersebut terdapat konflik manusia dan satwa, yang mencolok adalah konflik harimau dan manusia, yang mana dari konflik itu terdapat 14 orang menjadi korban, dan 18 harimau mati dijerat dan tangkap pemburu,” kata Anggota Dewan Pengawas KKI Warsi Sukri Sa’ad, Jumat (28/07) lalu.

Berita Lainnya

Berkah Petani Tanjabtim, Bulog Segera Bangun Gudang Lengkap

Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi, Momentum Perkuat Kolaborasi Menuju Jambi MANTAP

Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban

Akibat menyusutnya kawasan hutan di Sumatera secara signifikan itu memberi dampak terhadap keberlangsungan satwa yang dilindungi, diantaranya untuk Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera (Elephas maximus) sebagai habibat asli hutan di Sumatera.

Dan dalam kurun waktu tersebut juga, Warsi mencatat terdapat tujuh ekor gajah mati karena dibunuh dan dua orang meninggal karena berkonflik dengan satwa besar ini.

“Kejadian-kejadian seperti ini memberi peringatan kepada kita bahwa ada ketimpangan yang terjadi di alam, sehingga perlu adanya upaya segera untuk melakukan pemulihan dan penanganan yang cepat untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas,” katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi itu, Warsi melakukan berbagai upaya yang seharunya bisa direplikasi dan didukung para pihak untuk adanya keseimbangan eksositem dan meminimalkan dampak yang timbul akibat laju menyusutnya kawasan hutan di Sumatera.

Dalam kurun waktu 25 tahun, Pulau Sumatera kehilangan tutupan hutan mencapai sembilan juta hektare. Pada tahun 1990 tutupa hutan di Sumatera masih 20 juta hektare, namun pada catatan terakhir 2015 kawasan hutan di Sumatera hanya tersisa 11 juta hektare atau 44 persen.

Berdasarkan analisis Citra Satelit Lansat TM 8 yang dilakukan Warsi, pada 2015 lahan kritis atau areal terbuka meningkat 556 persen, peningkatan perkebunan kelapa sawit sebesar 141 persen dan peningkatan Hutan Tanaman Industri (HTI) 381 persen.

Selain berdampak pada konflik manusia dan satwa, dampak lainnya yang dirasakan saat ini kata Sukri, yang muncul adanya kerusakan ekologi dan hilangnya plasma nutfah dan cadangan biodversity penting. Kondisi ini menurutnya, memicu bencana ekologis dan perubahan iklim, dan dalam kurun waktu 2010-2016 tercatat korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor mencapai 46 orang, dan akibat bencana penambangan ilegal tercatat 55 orang.

“Berkurangnya kawasan hutan juga menyebabkan kurangnya sumber pangan dan ketersediaan air besih, dampak tersebut yang paling dirasakan oleh kelompok masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan,” kata Sukri menambahkan. ant

ShareTweetSend
Previous Post

Plang Merek Tak Dipasang, Rekanan Beralasan Menunggu Dari Dinas PU

Next Post

Dr. Mohamad Maliki Kunjungi Kota Jambi

Related Posts

Bupati Tak Ingin Dengar ASN Tanjabtim Pindah dengan Bermacam Alasan

Berkah Petani Tanjabtim, Bulog Segera Bangun Gudang Lengkap

6 Januari 2026
Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi, Momentum Perkuat Kolaborasi Menuju Jambi MANTAP

Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi, Momentum Perkuat Kolaborasi Menuju Jambi MANTAP

6 Januari 2026
Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban

Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban

5 Januari 2026
Fadhil Arief Lepas Keberangkatan Kafilah Kabupaten Batang Hari

Sebentar Lagi Batang Hari Punya Sekda Definitif, Mula Rambe Tertinggi

2 Januari 2026
Kementerian ESDM, SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Pulau Sumatera

Kementerian ESDM, SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Pulau Sumatera

18 Desember 2025
Ketum Bakal Lantik Pengurus JMSI Sultra

Ketum Bakal Lantik Pengurus JMSI Sultra

17 Desember 2025
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In