• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Rabu, April 8, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Tiga Desa di Pemayung Gagal Cetak Sawah

Tiga Desa di Pemayung Gagal Cetak Sawah

1 Oktober 2017
in DEMOKRASI

Batanghari, AP – Program Pemerintah untuk cetak sawah baru tahun anggaran 2017,untuk Kabupaten Batanghari mendapat kuota 215 hektar.Dari jumlah luasan tersebut saat ini rampung dikerjakan berkisar 85 Persen. Akan tetapi dari target Desa sebagai peserta penerima manfaat,tiga Desa Di Kecamatan Pemayung gagal realisasi.

Untuk Kecamatan yang menjadi objek sasaran percetakan sawah baru yakni,tiga Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Batanghari yaitu, Kecamatan Muara Bulian, Muara Tembesi dan Kecamatan Pemayung.

Berita Lainnya

Komisi II DPRD Provinsi Jambi Konsultasi ke KKP Perkuat Sarpras UPTD PPP Kuala Tungkal

Perkuat Tata Kelola Hukum Daerah, Komisi I DPRD Jambi Konsultasi ke Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum RI

DPRD Provinsi Jambi Konsultasi ke Ditjen PKH Bahas Hilirisasi Ayam

Luas kuota cetak sawah tahun 2017 seluas 215 hektar,dengan jumlah anggaran berkisar Rp 3 Miliar yang bersumber dari anggaran APBN 2016 Dimana, perhektar dianggarkan Rp 16 juta/hektar.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hurtikultura Kabupaten Batanghari, Ir. Darwin Nasution, untuk tiga desa yang gagal cetak sawah, dananya akan dialihkan ke Provinsi lain.

” Yang mengelolanya pihak TNI, karena kebijakan pusat, karena ada tiga desa gagal cetak sawah, maka dialihkan ke Provinsi lain,” kata Darwin.

Ia menjelaskan, Tiga Desa yang gagal cetak sawah yakni, Desa Lopak Aur, Tebing Tinggi dan Desa Pulau Betung. Untuk jatah Kecamatan Pemayung hanya satu desa yang bisa dilakukan cetak sawah yakni Desa Selat, seluas 50 hektar.

Hal ini disebabkan karena lokasi yang diusulkan belum siap desainnya. Karena tiga desa di Pemayung gagal cetak sawah tahun ini, maka kebijakan pusat akan dialihkan ke Provinsi lain. Sup

ShareTweetSend
Previous Post

Trona Hargai Jalan Warga Dengan Satu Dus Minuman

Next Post

Digembleng di "Kawah Candradimuka" Batalyon Infanteri Rider 142/KJ, Anak Punk Rajin Sholat dan Mengaji

Related Posts

Komisi II DPRD Provinsi Jambi Konsultasi ke KKP Perkuat Sarpras UPTD PPP Kuala Tungkal

Komisi II DPRD Provinsi Jambi Konsultasi ke KKP Perkuat Sarpras UPTD PPP Kuala Tungkal

4 April 2026
Perkuat Tata Kelola Hukum Daerah, Komisi I DPRD Jambi Konsultasi ke Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum RI

Perkuat Tata Kelola Hukum Daerah, Komisi I DPRD Jambi Konsultasi ke Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum RI

2 April 2026
DPRD Provinsi Jambi Konsultasi ke Ditjen PKH Bahas Hilirisasi Ayam

DPRD Provinsi Jambi Konsultasi ke Ditjen PKH Bahas Hilirisasi Ayam

2 April 2026
Fadhil Arief dan Seluruh PPP Jambi Ogah Terprovokasi Isu Miring, Mardiono Sah Ketua Umum 

Fadhil Arief dan Seluruh PPP Jambi Ogah Terprovokasi Isu Miring, Mardiono Sah Ketua Umum 

28 Maret 2026
Fadhil Arief: Pilihlah Pengurus Sesuai Kebutuhan Zaman

Fadhil Arief: Pilihlah Pengurus Sesuai Kebutuhan Zaman

28 Maret 2026
Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

16 Maret 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In