• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Maret 14, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Hutang Lapas Kelas IIB Muara Bulian 113 Juta

Hutang Lapas Kelas IIB Muara Bulian 113 Juta

15 November 2017
in DEMOKRASI

Batanghari, AP – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Muara Bulian memiliki hutang ratusan juta. Hutang tersebut merupakan anggaran makan warga binaan selama 2016.

” Total hutang Lapas Kelas II B Muara Bulian tahun 2016 sebesar 113 juta,” kata Kepala Lapas Kelas II B Muara Bulian, Dwi Santosa, A.Md.IP, S.Sos, M.Si, diruang kerjanya.

Berita Lainnya

Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

Perkuat Kebijakan Riset dan Kekayaan Intelektual, Komisi I DPRD Jambi Kunjungi Balitbangda Jawa Barat

DPRD Pastikan Polemik Zona Merah sampai ke Kementerian ATR/BPN

Dwi menjelaskan, anggaran makan warga binaan Lapas Kelas II B Muara Bulian dari negara hanya untuk 225 orang. Sementara jumlah warga binaan lebih dari kuota.

” Sedangkan isi Lapas melebihi kuota. Makanya sampai timbul hutang dengan rekanan dari Jambi,” beber Dwi.

Dalam setahun anggaran makan warga binaan Lapas Kelas II B Muara Bulian mencapai Rp 2 miliar. Nilai ini menurut Dwi masih kurang akibat over kapasitas jumlah warga binaan.

” Total anggaran selama setahun mencapai lima miliar rupiah. Jumlah itu termasuk uang gaji dan uang makan senilai dua miliar,” rinci Dwi.

” Hampir kendala seluruh Lapas seperti itu,” imbuhnya.

Untuk mengatasi hutang dengan rekanan senilai ratusan juta, sambung Dwi, pihaknya melakukan pengajuan penambahan anggaran ke Pusat 2017.

” Kemudian mengajukan surat pernyataan kepada Kementerian Hukum dan HAM,” tuturnya.

Selain minim anggaran makan, lanjut Dwi, Lapas Kelas II B Muara Bulian, juga kekurangan personil. Dimana, jumlah petugas yang ada hanya 50 orang.

Dwi menerangkan setiap petugas idealnya mengawasi 20 orang warga binaan. Tapi sekarang setiap penjagaan hanya tiga orang.

” Sementara total petugas jaga berjumlah 12 orang,” pungkasnya. Sup

ShareTweetSend
Previous Post

Ini Perkiraan Pengamat Terkait Dukungan PAN di Pilkada Merangin

Next Post

Prabowo: Akui Kelemahan Awal Membangun Kekuatan Bangsa

Related Posts

Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

12 Maret 2026
Perkuat Kebijakan Riset dan Kekayaan Intelektual, Komisi I DPRD Jambi Kunjungi Balitbangda Jawa Barat

Perkuat Kebijakan Riset dan Kekayaan Intelektual, Komisi I DPRD Jambi Kunjungi Balitbangda Jawa Barat

4 Maret 2026
DPRD Pastikan Polemik Zona Merah sampai ke Kementerian ATR/BPN

DPRD Pastikan Polemik Zona Merah sampai ke Kementerian ATR/BPN

27 Februari 2026
RDP Bersama Bank Jambi dan OJK, Ketua DPRD Kemas Faried: Tidak Boleh Lupa

RDP Bersama Bank Jambi dan OJK, Ketua DPRD Kemas Faried: Tidak Boleh Lupa

26 Februari 2026
DPRD Jambi Gali Best Practice Pengelolaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta 

DPRD Jambi Gali Best Practice Pengelolaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta 

25 Februari 2026
DPRD Kota Gelar RDP Bahas Penguasaan Tanah oleh NGK

DPRD Kota Gelar RDP Bahas Penguasaan Tanah oleh NGK

25 Februari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In