• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Februari 28, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Petani Produksi Kompos 1.000 Ton

Petani Produksi Kompos 1.000 Ton

10 Desember 2017
in DAERAH

Jambi, AP – Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Dataran Kempas, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, memproduksi pupuk kompos dari kotoran sapi dan limbah sawit dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 ton.

“Konsep pemanfaatan limbah terpadu yang dijadikan pupuk organik ini dalam rangka menghadapi peremajaan kelapa sawit agar kami tidak kehilangan pendapatan sementara,” kata Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, Supari (43) saat mendampingi rombongan APP-Sinar Mas di Desa Dataran Kempas, Minggu (10/12).

Berita Lainnya

Setahun Dillah – Muslimin Pimpin Tanjabtim, Simak Prestasinya?

Jaga Keamanan Pangan, Karantina Jambi Rutin Lakukan Pengawasan

Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

Sebagian besar petani di desa yang berada di sekitaran konsesi anak perusahaan APP-Sinar Mas PT Wira Karya Sakti itu, mengandalkan komoditas perekebunan kelapa sawit dan beternak sapi.

“Pupuk kompos hasil produksi kelompok petani di desa ini disuplai untuk memenuhi kebutuhan ke WKS, sehingga untuk pemasaran sudah tidak sulit,” kata Supari.

Pengembangan usaha pupuk kompos itu kata dia, nantinya dapat menjadi sumber pendapatan sementara bagi petani menjelang perkebunan kelapa sawit mereka memasuki masa peremajaan.

“Rata-rata usia tanam kelapa sawit di desa ini sudah mencapai 22 tahun dan mulai memasuki proses peremajaan, sehingga dengan adanya pengembangan pupuk kompos ini nantinya dapat menjadi hasil sumber pendapatan alternatif,” katanya.

Pupuk kompos yang dihasilkan kelompok tani tersebut, bahan bakunya bersumber dari limbah pelepah kelapa sawit dan kotoran sapi dan berbagai bahan lainnya, yang kemudian melalui proses fermentasi.

Kelompok Tani Mekar Jaya di Kecamatan Tebing Tinggi, Tanjungjabung Barat, Jambi, saat ini beranggotakan 30 orang petani yang menerima manfaat langsung dengan nilai bantuan untuk pengembangan pupuk kompos sebesar Rp150 juta.

Saat ini kelompok tani tersebut telah memproduksi pupuk dengan kapasitas 1.000 ton per bulan atau dengan estimasi pemasukam hasil sebesar Rp1 miliar.

Desa Dataran Kempas merupakan desa yang mendapatkan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), karena berada dalam radius dari mils atau sepadan pada konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT WKS. Direktur APP-Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan, konsep DMPA adalah pemberdayaan masyarakat yang dikombinasikan dengan upaya pelestarian lingkungan sekitar.

Perusahaan industri kertas, APP-Sinar Mas, menyiapkan dana bergulir hingga 10 juta Dollar AS untuk pembentukan 500 Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di sekitar konsesi perusahaan di pulau Sumatera dan Kalimantan.

Program DMPA ini mulai dibentuk di lima provinsi di Sumatera dan Kalimantan. Yaknibdi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Masyarakat desa yang bermukim di sekitar konsesi itu diarahkan bercocok tanam hortikultura, tanaman pangan, peternakan, perikanan dan olahan makanan untuk konsumsi sendiri atau dijual.

“APP memfasilitasi dari hulu dan ke hilirnya, mulai penyediaan alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk,” kata Suhendra menjelaskan.

Proses pemilihan program DMPA tersebut dilakukan secara partisipatif dengan masyarakat melalui pertemuan dan dialog dengan berbagai stakeholder.

Desa-desa yang disasar program DMPA merupakan hasil identifikasi yang telah dilakukan sebelumnya, atau yang memiliki akses pemanfaatan sumberdaya hutan atau memiliki dampak langsung dengan kegiatan operasional perusahaan.

Selain itu, dalam menjalankan program ini pihaknya juga menggandeng Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), karena program ini dinilai menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah ekonomi sosial dan lingkungan antara perusahaan dan masyarakat.

“Kita juga menggandeng ISEI yang juga berkolaborasi untuk menggali potensi unggulan desa yang bisa dikembangkan, dan juga mengevaluasi bagaimana program ini berjalan dengan baik,” kata Suhendra menambahkan. (her)

ShareTweetSend
Previous Post

Madrasyah MI/MDTA Putri Ladang Panjang Memprihatinkan

Next Post

Tomas Jambi Khawatir Kurangnya Pemahaman Pancasila oleh Anak Didik di Kota Jambi

Related Posts

Setahun Dillah – Muslimin Pimpin Tanjabtim, Simak Prestasinya?

Setahun Dillah – Muslimin Pimpin Tanjabtim, Simak Prestasinya?

27 Februari 2026
Jaga Keamanan Pangan, Karantina Jambi Rutin Lakukan Pengawasan

Jaga Keamanan Pangan, Karantina Jambi Rutin Lakukan Pengawasan

27 Februari 2026
Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

24 Februari 2026
Rembuk Warga RT 20 Kenali Besar Bentuk Pokja Kampung Bahagia, Prioritaskan CCTV dan Drainase

Rembuk Warga RT 20 Kenali Besar Bentuk Pokja Kampung Bahagia, Prioritaskan CCTV dan Drainase

18 Februari 2026
500 PAUD Hadiri Edukasi Tanam Jagung di Poktan Kasturi

500 PAUD Hadiri Edukasi Tanam Jagung di Poktan Kasturi

13 Februari 2026
TMMD ke-127 di Bajubang Resmi Dimulai, Bupati Batang Hari Pimpin Upacara

TMMD ke-127 di Bajubang Resmi Dimulai, Bupati Batang Hari Pimpin Upacara

10 Februari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In