• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Januari 9, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Wapres Harap Muhammadiyah Dorong Kewirausahaan

Wapres Harap Muhammadiyah Dorong Kewirausahaan

4 Juli 2018
in NASIONAL

Jakarta, AP – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan program kewirausahan di kalangan umat Islam perlu digalakkan, melalui organisasi kemasyarakatan, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Sekarang banyak hal sebetulnya sudah terjadi di negeri ini, yang tidak kita rasakan karena berkembangnya secara evolusi, bukan revolusi. Salah satu yang belum berkembang betul ke depannya adalah ‘enterpreneurship’ di kalangan umat,” kata Wapres Kalla di Halal Bihalal Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Rabu (04/07).

Berita Lainnya

Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra

Dewan Pers Teken MoU dengan KPPU Demi Cegah Monopoli

Jambi Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Wapres mengatakan kondisi politik, sosial dan budaya di Indonesia sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Kesadaran masyarakat untuk berdemokrasi juga tercermin dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah serentak sejak 2015 lalu.

Oleh karena itu, Wapres berharap melalui ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), dapat terwujud perilaku wira usaha di kalangan umat Islam.

“Jadi kita tinggal kewirausahaan itu yang kurang, kalau politik sudah, walaupun ada irisan-irisan juga. Oleh karenanya, itu harus kita gerakkan. Ini penting karena dua organisasi ini yang paling besar peranannya untuk menggerakkan kewirausahaan ini,” jelasnya.

Jusuf Kalla menjelaskan ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah memiliki persamaan dalam hal prinsip keislaman, namun juga ada perbedaan dalam hal kultur.

“NU dan Muhammadiyah punya persamaan dan perbedaan juga, kalau NU besar karena kemandirian-kemandirian. Jadi pesantren NU itu banyak, tapi pemiliknya beda-beda, tetap NU. Jadi kalau Muhammadiyah itu ‘holding company’, kalau NU sama dengan ‘franchise’,” ujarnya. ant

ShareTweetSend
Previous Post

Menteri LHK Deg-Degan Hadapi Bulan Rentan Karhutla

Next Post

Amir Sakib Apresiasi Peserta Lomba Karya Ilmiah Tingkat SMA

Related Posts

Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra

Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra

6 Januari 2026
Dewan Pers Teken MoU dengan KPPU Demi Cegah Monopoli

Dewan Pers Teken MoU dengan KPPU Demi Cegah Monopoli

17 Desember 2025
Jambi Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Jambi Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

15 Desember 2025
Kemendagri Terus Pastikan Akselerasi Pembangunan KDKMP Provinsi Jambi

Kemendagri Terus Pastikan Akselerasi Pembangunan KDKMP Provinsi Jambi

10 Desember 2025
Bantuan untuk Daerah Bencana Rp4 Miliar, Provinsi Rp20 Miliar

Bantuan untuk Daerah Bencana Rp4 Miliar, Provinsi Rp20 Miliar

8 Desember 2025
Mendagri Kukuhkan Pengurus Asosiasi DPRD Provinsi dan Sekretaris DPRD

Mendagri Kukuhkan Pengurus Asosiasi DPRD Provinsi dan Sekretaris DPRD

5 Desember 2025
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In